-->

Refleksi 333: Kesederhanaan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 333: Kesederhanaan 

Hidup terkadang tampak rumit dan kita juga bisa. Namun kenyataannya kita perlu menerobos kerumitan hidup dan menyadari bahwa, dari sudut pandang dan Kehendak Tuhan, hidup itu sederhana. 

Sederhananya, yang perlu kita lakukan hanyalah mengatakan “Ya” kepada-Nya setiap hari, menyerahkan segalanya kepada-Nya dan memercayai-Nya dalam setiap langkah. Kita harus rajin menyikapi bisikan dan anugerah-Nya, namun kita tidak harus masuk ke dalam dunia yang rumit, mencari tahu dan menyelesaikannya. Ini keterlaluan dan jauh lebih baik dilakukan oleh Tuhan. 

Berusahalah untuk menjadi jiwa sederhana yang percaya pada kebijaksanaan Tuhan yang sempurna dan Dia akan mengatur kehidupan Anda (Lihat Buku Harian #1617). 

Buku Harian Santa Faustina 

27 Februari 1938. 

Hari ini, aku pergi mengaku dosa kepada Pastor Andrasz. Aku melakukannya sesuai dengan keinginan Yesus. Sesudah pengakuan, suatu pancaran sinar memenuhi jiwaku. Kemudian aku mendengar suara, 

“Karena engkau ini seorang anak, maka engkau akan selalu dekat dengan Hati-Ku. Kesederhanaanmu lebih menyenangkan Hati-Ku daripada semua mati ragamu.” (BHSF #1617) 

Renungan 

Apakah anda merasa hidup anda terkadang tampak rumit? 

Renungkan pertanyaan ini dan jika jawabannya adalah “Ya”, itu mungkin karena anda mencoba melakukan lebih dari yang Tuhan minta dan menyelesaikan pertanyaan yang Dia sudah tahu jawabannya. 

Berpalinglah kepada-Nya, hari ini, sebagai jiwa yang mudah percaya. Bersiaplah dan bersedia untuk menanggapi apa pun yang Dia komunikasikan kepada anda dan lakukan itu dengan semangat dan ketekunan, namun jangan khawatir tentang semua kerumitan hidup yang tampak. Tuhan memahami mereka dengan baik dan akan membimbing anda melewati kebingungan mereka. 


 

 Doa 

Tuhan, aku berdoa semoga aku menjadi orang yang berjiwa sederhana. Aku memilih untuk mengikuti jalan yang dipimpin oleh kepercayaan mutlak pada-Mu dan kebijaksanaan-Mu. Engkau mengetahui segalanya, ya Tuhan, dan Engkau akan membimbingku dalam setiap langkah melewati kerumitan hidup jika aku mengizinkan Engkau. Aku percaya ini, Tuhan. Bantu aku memercayainya dengan segenap jiwaku.Yesus, Engkau andalanku.