-->

Refleksi 53 : Kesulitan Dalam Berdoa

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 53 : Kesulitan Dalam Berdoa 

Ada kesulitan baik dari dalam maupun dari luar yang kita temui ketika kita berusaha untuk membentuk kebiasaan berdoa setiap hari.

  • Kesulitan batin: keputusasaan, kekeringan, beratnya semangat dan godaan. Kesulitan-kesulitan ini diatasi melalui kesabaran dan ketekunan.
  • Kesulitan eksternal: ketakutan akan apa yang mungkin dipikirkan atau dikatakan orang lain, dan menyisihkan waktu. Kesulitan-kesulitan ini diatasi melalui kerendahan hati dan ketekunan (Lihat Buku Harian #147). 

Buku Harian Santa Faustina 

(147) Aku ingat bahwa aku telah menerima terang yang paling cemerlang dalam adorasi yang kulakukan sambil meniarap di depan Sakramen Mahakudus selama setengah jam setiap hari selama masa Prapaskah. Selama waktu itu, aku dapat melihat diriku sendiri dan mengenal Allah dengan lebih mendalam. Memang, aku telah mendapat izin para superior untuk melakukan adorasi seperti itu; meskipun demikian; aku menghadapi banyak rintangan untuk berdoa dengan cara itu. Biarlah jiwa menjadi sadar bahwa untuk berdoa dan bertahan dalam doa, orang harus mempersenjatai diri dengan kesabaran dan berani menghadapi kesulitan-kesulitan lahiriah dan batiniah. Kesulitan-kesulitan batiniah adalah rasa kecil hati, kegersangan, kemalasan roh, dan godaan-godaan. Kesulitan-kesulitan lahiriah adalah penilaian insani dan waktu; orang harus mematuhi waktu yang ditetapkan untuk berdoa. Ini merupakan pengalamanku sendiri sebab ketika aku tidak berdoa pada waktu yang ditentukan untuk berdoa, kemudian aku tidak juga melakukannya karena tugas-tugasku menghalangi aku; atau kalau aku berusaha untuk berbuat demikian, aku hanya dapat melakukannya dengan kesulitan yang besar sebab aku terus memikirkan tugas-tugasku. Aku juga mengalami kesulitan ini: ketika jiwa sudah berdoa dengan baik dan hasilnya ialah suasana renungan batin yang khusyuk, orang-orang lain mengganggu dia dalam keheningan itu; maka, jiwa harus bersabar untuk tetap bertahan dalam doa. Sering kali terjadi bahwa ketika jiwaku terbenam lebih dalam di dalam Allah, aku memetik buah yang lebih banyak dari doa, kehadiran Allah menyertaiku sepanjang hari, dan dalam bekerja aku memberikan perhatian, ketelitian, serta usaha yang lebih besar pada tugasku; justru pada saat seperti inilah biasanya aku menerima teguran yang paling banyak karena lalai dalam tugasku dan tidak peduli akan suatu pun; sebab jiwa-jiwa yang kurang konsentrasi ingin agar orang-orang lain menjadi seperti mereka karena mereka terus-menerus menjadi alasan mereka merasa dicela. (BHSF #147) 

Renungan 

Cobalah untuk mengatur waktu setiap hari untuk berdoa dan jangan takut jika orang lain menyadari komitmen ini. Buatlah waktu di mana anda mengesampingkan setiap gangguan dan dengan tekun memusatkan perhatian pada suara Tuhan. 

Cobalah berlutut atau, lebih baik lagi, cobalah bersujud di hadapan Tuhan kita. Berlutut atau sujud di depan salib di kamar anda atau di depan Sakramen Mahakudus di gereja. Jika Anda melakukannya, kemungkinan besar anda akan segera menghadapi godaan dan kesulitan. Jangan kaget dengan ini. 

Anda akan menemukan diri anda memikirkan hal-hal lain yang harus anda lakukan dan anda bahkan mungkin khawatir bahwa orang lain akan mengetahui bahwa anda sedang berdoa. 

Tetap semangat, tetap fokus dan berdoa. Berdoalah dalam-dalam dan berdoalah dengan sungguh-sungguh dan anda akan melihat buah baik dari komitmen ini dalam hidup anda.

 


Doa 

Tuhan, beri aku kekuatan yang kubutuhkan untuk bertahan melalui setiap dan setiap kesulitan yang mencoba menghalangiku dari doa-doaku dengan-Mu. Kuatkan aku agar aku bisa mengesampingkan segala pergumulan atau godaan yang menghadangku. Dan saat aku terus maju dalam kehidupan doa yang baru ini, tolong ambil hidupku dan bentuk aku menjadi ciptaan baru dalam cinta dan Rahmat-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi