-->

Refleksi 102 : Tuhan Menggunakan Yang Lemah

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 102 : Tuhan Menggunakan Yang Lemah

 

Jika anda adalah Tuhan, dan anda memiliki tugas mulia yang ingin anda selesaikan, siapa yang akan anda pilih? Seseorang dengan hadiah nyata? Atau seseorang yang lemah, rendah hati dan tampaknya hanya memiliki sedikit bakat alami? Anehnya, Tuhan paling sering memilih yang lemah untuk tugas-tugas terbesar. Ini adalah salah satu cara di mana Dia dapat mewujudkan kuasa-Nya yang maha kuasa (Lihat Buku Harian #464). 

Buku Harian Santa Faustina 

(464) Dalam renungan tentang kerendahan hati, keragu-raguan lama muncul kembali, yakni bahwa suatu jiwa yang papa seperti jiwaku tidak akan mampu melaksanakan tugas yang telah dituntut Tuhan. Sementara aku menganalisis keragu-raguan ini, imam yang memimpin retret menyela alur permenungannya dan berbicara  mengenai satu hal persis yang sedang aku ragukan; yakni bahwa Allah biasanya memilih jiwa yang paling lemah dan paling sederhana sebagai alat untuk karya-karya-Nya yang paling besar; kita dapat melihat bahwa ini merupakan kebenaran yang tidak dapat disangkal kalau kita memperhatikan orang-orang yang dipilih Allah menjadi Rasul-rasul-Nya; atau lagi, kalau kita menyimak sejarah Gereja dan menyaksikan betapa karya-karya besar dilakukan oleh jiwa-jiwa yang paling tidak mampu melaksanakannya; sebab hanya dengan cara inilah karya-karya Allah dinyatakan sebagaimana adanya, yakni sebagai karya Allah. 

Ketika keragu-raguanku sama sekali menghilang, imam itu kembali ke tema konferensinya tentang kerendahan hati. Yesus berdiri di altar, seperti biasa Ia lakukan dalam setiap konferensi, dan tidak berkata apa-apa kepadaku, tetapi tatapan mata-Nya yang ramah menembus jiwaku yang papa yang kini tidak lagi memiliki satu dalih apa pun. (BHSF #464) 

Renungan

 

Renungkan, hari ini, apakah anda memiliki pandangan yang tinggi dan tinggi tentang diri anda dan kemampuan anda. Jika demikian, berhati-hatilah. Tuhan memiliki waktu yang sulit menggunakan seseorang yang berpikir seperti ini. Berusahalah untuk melihat kerendahan hati anda dan merendahkan diri anda di hadapan kemuliaan Tuhan. Dia ingin menggunakan anda untuk hal-hal besar, tetapi hanya jika anda mengizinkan Dia menjadi orang yang bertindak di dalam dan melalui anda. Dengan begitu, kemuliaan ada pada-Nya dan pekerjaan diselesaikan sesuai dengan kebijaksanaan-Nya yang sempurna dan merupakan buah dari Rahmat-Nya yang melimpah. 

 


Doa 

Tuhan, aku mempersembahkan diriku untuk pelayanan-Mu. Bantulah aku untuk selalu datang kepada-Mu dalam kerendahan hati, mengakui kelemahan dan dosaku. Dalam keadaan rendah hati ini, mohon bersinar sehingga kemuliaan dan kuasa-Mu akan melakukan hal-hal besar.  Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi