-->

Refleksi 111 : Kebohongan Si Jahat

 Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 111 : Kebohongan Si Jahat 

Iblis akan mencobai kita dengan banyak cara. Salah satu cara umum iblis suka menyerang kita adalah dengan mengingatkan kita akan dosa-dosa kita, termasuk yang telah kita akui. Dia suka mencoba meyakinkan kita bahwa kita berada di jalan yang salah, bahwa kita tidak menyenangkan Tuhan, bahwa kita adalah pendusta dan pendosa. Dan meskipun benar bahwa kita adalah orang berdosa, si jahat selalu gagal melihat dosa kita melalui lensa Kerahiman Tuhan. Untuk mengatasi godaannya yang menipu, sementara dia mengingatkan kita akan dosa-dosa kita, kita hanya perlu mengingatkan diri kita sendiri akan Rahmat Hati Yesus. Saat kita menatap Hati-Nya, kita tidak akan takut untuk mengakui dosa kita. Tindakan jujur ​​ini tidak akan menimbulkan kecemasan, keputusasaan, dan keraguan seperti yang diinginkan si jahat. Sebaliknya, menghadapi dosa kita dalam terang Kerahiman Tuhan, akan menyegarkan kita dan mengangkat semangat kita, mengisinya dengan banyak harapan (Lihat Buku Harian #520). 

Buku Harian Santa Faustina 

(520) Malam hari, jiwa yang sudah kulihat sebelumnya mengunjungi aku. Ia tidak meminta doa, tetapi mencela aku, dengan mengatakan bahwa aku biasanya tampak amat sombong dan congkak... 

“dan sekarang engkau sedang mendoakan orang-orang lain sementara engkau sendiri masih memiliki sejumlah cacat cela.” 

Aku menjawab bahwa aku memang telah berlaku congkak dan sombong, tetapi aku telah mengakukannya dan telah melakukan penitensi untuk kebebalanku, dan bahwa aku mengandalkan kebaikan Allah. Kalau aku kadang-kadang jatuh lagi, itu tidak aku sengaja dan tidak pernah aku rencanakan, juga dalam hal-hal yang paling kecil. Kemudian, jiwa itu terus mencela aku sambil berkata, 

“Mengapa engkau tidak rela mengakui kebesaranku? Mengapa hanya engkau yang tidak menyanjung-nyanjung aku karena perbuatan-perbuatan besarku seperti yang dikerjakan oleh semua orang lain?” 

Kemudian, aku melihat bahwa ini adalah setan yang tampil dalam rupa jiwa itu. Maka aku berkata, 

“Kemuliaan hanya pantas bagi Allah; enyahlah engkau, setan!” 

Dan seketika itu juga, jiwa itu jatuh ke suatu jurang yang mengerikan, yang tak mungkin digambarkan. Dan aku berkata kepada jiwa jahat itu bahwa aku akan menuturkan hal ini kepada seluruh Gereja. (BHSF #520) 

Renungan 

Pikirkan tentang cara si jahat menggoda anda untuk putus asa karena dosa-dosa anda. Berkabung atas dosa-dosa anda adalah tindakan yang baik dan sehat, tetapi jangan pernah putus asa. Dukacita Kristen mengarah pada Kerahiman Tuhan, dan penyesalan yang anda rasakan dalam tindakan suci ini mengangkat beban anda dan memenuhi anda dengan sukacita.

 


Doa 

Tuhan yang mulia, bebaskan aku dari tipu daya dan serangan si jahat. Jagalah aku, ya Tuhan, dan bantu aku untuk tidak pernah melupakan limpahan Rahmat-Mu. Saat aku melihat Rahmat itu, bantulah aku untuk bertobat setiap hari dari dosaku sehingga dapat merampas dari si jahat semua senjata kejahatannya. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi