Refleksi Harian Tentang
Kerahiman Ilahi
365 Hari bersama Santa Faustina
Refleksi 13 : Undangan Dalam Keheningan
Di dalam jiwa kita, kita harus berusaha mendengar Tuhan berbicara. Dia berbicara dalam keheningan dan kedalaman. Dia berbicara, pertama, sebuah undangan. Dia berbicara tentang undangan untuk mengenal Dia dan bertemu dengan Kerahiman Ilahi yang mengalir dari Hati-Nya. Undangannya hanya itu: undangan. Rahmat Yesus tidak dipaksakan atau dipaksakan. Oleh karena itu, undangan membutuhkan tanggapan dan tanggapan kita akan menentukan kedalaman Rahmat yang akan kita terima. Tanggapannya harus berupa ketaatan yang penuh kasih dan suci kepada Dia yang kita dengar berbicara (LihatBuku Harian #7).
Buku Harian Santa Faustina
(7) Warsawa, 1 Agustus 1935. Masuk Biara.
Sejak usia tujuh tahun, aku mengalami panggilan yang jelas dari Allah, yakni rahmat panggilan untuk hidup membiara. Pada tahun ketujuh dari hidupku itulah, untuk pertama kalinya, aku mendengar suara Allah dalam jiwaku; yakni, suatu undangan untuk menempuh kehidupan yang lebih sempurna. Tetapi, aku tidak selalu patuh kepada panggilan rahmat ini. Aku tidak menjumpai seorang pun yang dapat menjelaskan hal ini kepadaku. (BHSF #7)
Renungan
Renungkan dua hal:
- Apakah saya mendengar undangan dari Yesus untuk menerima Kerahiman-Nya? Mendengar adalah langkah pertama. Tanpa mendengar kita tidak bisa menjawab.
- Bagaimana saya menanggapi undangan itu ketika saya mendengarnya? Apakah saya bersedia menerimanya pada tingkat yang dalam dan menghabiskan banyak waktu yang ditawarkan? Jika demikian, itu akan mengubah hidup Anda.
Tuhan, aku tahu Engkau terus-menerus berbicara kepadaku di kedalaman jiwaku yang sunyi. Bantulah aku untuk memperhatikan suara-Mu di tengah hiruk pikuk dunia ini. Dan ketika aku mendengar-Mu berbicara, bantu aku untuk bermurah hati dalam menanggapi aku menerima karunia Rahmat dan kasih karunia yang tak terbatas.
Yesus, aku percaya pada-Mu.
Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)
Refleksi Harian Kerahiman Ilahi

