-->

Refleksi 14: Kebahagiaan Sejati Hanya Melalui Belas Kasih

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari  bersama  Santa Faustina


 

Refleksi 14: Kebahagiaan Sejati Hanya Melalui Belas Kasih 

Begitu sering dalam hidup kita mencari kebahagiaan dari hal-hal duniawi yang berlalu. Baik itu kekayaan, kesenangan daging, prestise, atau apa pun, kita harus menemukan bahwa satu hal dan satu hal saja yang membahagiakan. Kerahiman Ilahi Allah adalah apa yang kita cari. Segala sesuatu yang lain adalah ilusi kebahagiaan. Jika kita mencoba membahagiakan jiwa kita dengan hal-hal lain, kita akan ditinggalkan dalam kesedihan batin, penderitaan dan kekecewaan. Kerahiman Tuhan terus memanggil dan menimbulkan rasa sakit yang manis sampai kita merespons (Lihat Diary #8). 

Buku Harian Santa Faustina

(8) Aku memasuki tahun kedelapan belas dalam hidupku. Aku mengungkapkan permintaan yang tulus kepada orang tuaku untuk mendapat izin masuk biara. Orang tuaku menolak mentah-mentah. 

Sesudah penolakan ini, aku kembali menjalani hal-hal yang sia-sia dalam hidup ini, tanpa memperhatikan lagi panggilan rahmat itu meskipun jiwaku tidak menemukan kebahagiaan apa pun dalam hal-hal itu. 

Panggilan rahmat yang tak kunjung berhenti itu menjadi siksaan yang berat bagiku; tetapi aku berusaha menekannya dengan aneka hiburan. 

Dalam hati, aku mengelak dari Allah, dan dengan segenap hatiku berpaling kepada makhluk-makhluk. Tetapi, rahmat Allah berjaya dalam jiwaku. (BHSF #8) 

Renungan

Renungkan "rasa sakit yang manis" yang menimpa jiwa anda setiap kali anda mencoba menemukan kebahagiaan dalam sesuatu selain Rahmat Tuhan.

Itu “manis” karena itu adalah teguran cinta dari Tuhan yang memanggil kita untuk percaya hanya pada Kerahiman-Nya.

Ini "menyakitkan" karena kita harus membiarkan diri kita melihat dengan jelas bahwa keterikatan pada apa pun yang bukan berasal dari Tuhan tidak tertanam dengan baik di dalam jiwa kita.

Setiap keterikatan pada hal-hal di luar Kerahiman Tuhan pada akhirnya akan dialami sebagai beban. 


Doa

Tuhan, izinkan aku merasakan dan mengalami Kerahiman-Mu memanggilku untuk berbalik dari semua yang bukan dari-Mu. Bantulah aku untuk berlari menuju Kerahiman-Mu dalam segala hal dan berbalik dari hal-hal yang pada akhirnya membebaniku dan menyakitkan dan memberatkan. Yesus, aku percaya pada-Mu.

 


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi