-->

Refleksi 183 : Perhatian pada Nilai Penderitaan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 183 : Perhatian pada Nilai Penderitaan 

Ketika kita menderita, kita mencari jalan keluar. Kita mencari jalan untuk meringankan. Tetapi dari Surga, kita akan dapat melihat ke belakang dan melihat kekuatan besar dari penderitaan yang dipilih dan dirangkul secara bebas. Bukannya penderitaan itu baik dalam dirinya sendiri; sebaliknya, penderitaan itu telah ditebus dan diberkahi dengan kuasa rohani oleh Allah sebagai akibat dari penderitaan Kristus. Oleh karena itu, jika anda percaya kepada Tuhan, biarkan Dia mengungkapkan kepada anda, di sini dan sekarang, nilai besar dari penderitaan anda yang dirangkul dengan bebas. Dengan merangkul setiap kesulitan yang menghadang anda, anda akan memberikan persembahan kepada Tuhan yang hanya dapat dipahami dengan kasih karunia. Ini tidak akan masuk akal bagi dunia, tetapi itu akan menjadi senjata Kerahiman yang kuat yang melaluinya Tuhan akan melakukan hal-hal besar bagi anda dan melalui anda, Dia akan membanjiri dunia dengan kasih karunia-Nya. (Lihat Buku Harian #963). 

Buku Harian Santa Faustina 

(963) Oh, kalau saja jiwa yang menderita itu tahu betapa ia dikasihi oleh Allah, pasti ia akan mati karena sukacita dan kebahagiaan yang tiada tara! Suatu hari, kita akan memahami nilai penderitaan, tetapi sesudah itu kita tidak akan mampu lagi menderita. Masa sekarang ini adalah milik kita. (BHSF #963) 

Renungan 

Apakah Anda menyadari kekuatan penderitaan Anda ketika Anda dengan bebas menyatukannya dengan penderitaan Kristus? 

Apakah ini masuk akal bagi Anda? 

Kesadaran ini hanya mungkin karena anugerah dan hanya dirangkul oleh anugerah yang sama itu. Renungkan, hari ini, atas apa yang anda derita secara batin dan jangan menghindar darinya. Hadapi, rangkul, dan cintai. Karena dalam pelukan suci itu, Tuhan akan bekerja secara ajaib di dalam dan melalui hidup anda.

 


Doa 

Tuhan, buat aku memperhatikan nilai dari semua yang aku derita dalam jiwaku. Bantu aku untuk melihat ini sebagai hadiah dari Kerahiman Ilahi-Mu. Aku menyadari fakta bahwa aku tidak mengenali kuasa dalam karunia suci ini. Beri aku mata-Mu untuk melihat penderitaanku sebagaimana Engkau melihatnya, dan Kehendak-Mu untuk memeluknya dengan pelukan suci. Aku membuat persembahan ini kepada-Mu, hari ini, Tuhan yang terkasih. Yesus, aku percaya pada-Mu.