-->

Refleksi 184 : Rahmat Pelayanan Imam

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 184 : Rahmat Pelayanan Imam 

Para imam memang tidak sempurna. Mereka melakukan dosa hari demi hari. Mereka selalu membutuhkan pertobatan dan pertobatan dalam kehidupan sehari-hari mereka sama seperti semua umat manusia lainnya. Tapi mereka adalah imam. Dan karena penahbisan suci mereka, Tuhan berbicara melalui mereka dengan cara yang jelas namun misterius. 

Beberapa orang berbicara dengan otoritas Kristus hanya ketika mengucapkan kata-kata Konsekrasi dalam Misa atau kata-kata Absolution dalam Sakramen Rekonsiliasi. Yang lain menerima karisma penahbisan mereka dan digunakan oleh Tuhan dalam banyak cara lain, melalui khotbah mereka, kehidupan suci mereka, dan kata-kata nasihat yang mereka berikan kepada komunitas mereka. Carilah imam-imam suci ini. 

Dengarkan mereka dan biarkan Tuhan membimbing anda melalui mereka. Karena dalam mendengarkan suara Tuhan, yang diucapkan melalui mereka, anda akan diberkati dengan Rahmat yang berlimpah (Lihat Buku Harian #968). 

Buku Harian Santa Faustina 

(968) “Aku telah menempatkan engkau dalam penjagaan khusus imam ini. Maka, engkau dibebaskan dari keharusan memberi laporan rinci kepada para superior tentang hubungan-Ku denganmu. Dalam masalah-masalah lain, jadilah seperti seorang anak kecil terhadap para superior, tetapi apa pun yang Aku lakukan dalam lubuk jiwamu harus engkau katakan, dengan segala keterus-terangan, kepada para imam.” 

Aku telah memperhatikan bahwa sejak Allah memberi aku seorang pembimbing rohani, belum pernah Ia menuntut dariku untuk melaporkan segala sesuatu kepada para superior, seperti yang dulu-dulu; hanya hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah lahiriah harus kulaporkan kepada para superior; hanya pembimbing rohani yang mengenal jiwaku. 

Memiliki seorang pembimbing rohani sungguh merupakan rahmat khusus dari Allah. Oh, betapa sedikitnya orang yang menerima rahmat ini! Di tengah kesulitan-kesulitan yang besar, jiwa tetap tinggal dalam damai lestari. Atas rahmat ini, setiap hari, sesudah komuni kudus, aku bersyukur kepada Tuhan Yesus; di samping itu, setiap hari aku mohon kepada Roh Kudus agar Ia menerangi pembimbing rohaniku. Dalam jiwaku, aku sungguh sudah mengalami kuasa macam apa yang dimiliki oleh kata-kata pembimbing rohani. Terpujilah kerahiman Allah karena rahmat ini! (BHSF#968) 

Renungan 

Renungkan hari ini, dengan segala kasih amal, para imam yang telah Allah tempatkan dalam hidup anda. Mungkin imam paroki anda sendiri, atau seorang imam yang berbicara melalui kata-kata tertulis, atau seorang imam yang berbicara melalui suatu bentuk komunikasi modern lainnya. Tuhan akan mengarahkan anda kepada imam-imam-Nya yang kudus dan akan berbicara kepada anda secara langsung melalui mereka. Dengarkan mereka, karena dengan mendengar kata-kata mereka, anda akan mendengar kata-kata Rahmat Allah.

 


Doa 

Tuhan, aku berterima kasih kepada-Mu karena menetapkan imamat kudus sebagai tanda kehadiran sakramental-Mu yang berkelanjutan di dunia. Aku berdoa untuk semua imam, terutama mereka yang telah Engkau percayakan dengan pelayanan pastoral ku. Semoga aku selalu terbuka kepada-Mu, berbicara melalui mereka, dalam pelayanan suci mereka. Dan semoga aku menanggapi dengan sikap pasrah dan kemurahan hati mendengar suara-Mu yang diucapkan dari bibir mereka. Beri aku kerendahan hati, ya Tuhan, agar aku selalu mendengar suara-Mu diucapkan melalui para imam. Yesus, aku percaya pada-Mu.