-->

Refleksi 186 : Ditembus oleh Tuhan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 186 : Ditembus oleh Tuhan 

Apakah jiwa anda telah "ditembus" oleh Tuhan? 

Apakah Dia “meliputi” anda? 

Apakah anda membiarkan diri anda "larut" ke dalam keilahian-Nya dan menjadi "diselubungi" oleh Kerahiman-Nya? 

Ada begitu banyak kata yang bisa kita gunakan untuk menggambarkan hubungan kita dengan Tuhan. Meskipun semua itu menambah artikulasi tentang siapa Tuhan itu dan hubungan seperti apa yang seharusnya kita miliki dengan Dia, tidak satu pun dari mereka yang dapat sepenuhnya menyajikan misteri persatuan kita dengan Dia. Kita dipanggil untuk "kesatuan," untuk "persatuan transformatif." Dan persatuan ini seperti setetes air yang ditaruh di lautan yang luas. Perlahan dan pasti, setetes air itu hilang di keluasan kedalaman lautan. Begitu juga dengan Tuhan. Kita dipanggil untuk suatu kesatuan yang begitu dalam dan mendalam sehingga kata-kata tidak akan pernah cukup untuk mengungkapkan apa yang jiwa dipanggil untuk mengalami (Lihat Buku Harian #983-984). 

Buku Harian Santa Faustina 

(983) Hari ini, Keagungan Allah menyelimuti dan menerobos jiwaku sampai ke relung-relungnya. Keagungan Allah meliputi diriku dan membanjiri aku sehingga aku sepenuhnya tenggelam di dalam keagungan-Nya. Aku lebur dan menghilang sepenuhnya di dalam Dia seperti dalam sumber hidupku, seperti dalam kehidupan yang sempurna. 

(984) Yesusku, aku sungguh memahami bahwa kesempurnaanku tidak terletak pada kenyataan bahwa Engkau menyuruh aku melaksanakan karya-karya-Mu yang agung ini - oh tidak! - keagungan jiwa tidak terletak di sini, tetapi dalam kasih akan Dikau. O Yesus, dalam lubuk jiwaku, aku memahami bahwa keberhasilan yang paling besar tidak dapat dibandingkan dengan satu perbuatan kasih yang murni terhadap-Mu. AKu ingin setia kepada-Mu dan ingin melaksanakan permintaan-Mu. Aku sedang menggunakan kekuatan dan nalarku untuk melaksanakan semua yang Engkau minta dariku, o Tuhan, tetapi aku sama sekali tidak melekat pada hal ini. Aku melakukan semua itu hanya karena begitulah kehendak-Mu. Seluruh cintaku tenggelam, tidak dalam karya-karya-Mu, tetapi dalam Engkau sendiri, o Pencipta dan Tuhanku!  (BHSF #983-984) 

Renungan 

Seperti apa hubungan anda dengan Tuhan? 

Apakah kata-kata di atas bahkan merupakan gambaran samar tentang kehidupan doa dan persekutuan anda dengan-Nya? 

Apakah anda melihat dan mengalami Dia secara batiniah, memanggil anda ke kedalaman Rahmat-Nya yang tak terduga?

Atau apakah Dia jauh dari anda, dilihat oleh anda sebagai seseorang yang anda bicarakan dan sadari, tetapi tidak menjalani “perpaduan suci” dengannya? 

Kata-kata yang kita gunakan penting karena mereka menunjuk pada realitas yang lebih dalam. Renungkan bagaimana anda akan menggambarkan hubungan anda dengan Tuhan. Dan ketika anda menemukan bahwa tidak ada kata yang cukup, anda berada di jalur yang benar.

 


Doa 

Tritunggal Mahakudus, semoga seluruh keberadaanku termakan oleh terangnya pancaran sinar-Mu. Semoga aku dirasuki oleh-Mu dalam segala hal sehingga bukan lagi hidupku yang dijalani, tetapi Hidup-Mu yang hidup di dalamku, memakanku dan mengubahku. Semoga aku menjadi seperti setetes air kecil itu, yang masuk ke dalam Lautan Kerahiman yang perkasa. Yesus, aku percaya pada-Mu.