-->

Refleksi 198 : Rahmat Empati Sejati

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 198 : Rahmat Empati Sejati 

Kurangnya empati tulus yang tulus adalah tanda yang jelas dari gangguan psikologis, emosional, dan bahkan spiritual tertentu. Ini disebutkan karena kebalikannya juga benar. 

Kehadiran empati tulus yang tulus merupakan tanda bahwa seseorang sehat secara psikologis, emosional, dan spiritual. Empati berarti anda menyadari orang lain. Anda merasakan ketika seseorang terluka atau ketika mereka gembira. Selanjutnya, anda merasakan sakit yang mereka rasakan dan mengalami kegembiraan yang mereka alami. Ini adalah tindakan belas kasih di hati anda yang mengalir dari Rahmat Tuhan. (Lihat Buku Harian #1039). 

Buku Harian Santa Faustina 

(1039) Aku sangat menderita ketika menyaksikan penderitaan orang-orang lain. Semua penderitaan ini terasa di dalam hatiku. Aku merasakan siksaan-siksaan mereka di dalam hatiku bahkan sampai mencabik-cabik aku secara ragawi. Aku lebih senang kalau semua penderitaan itu menimpa aku asalkan beban sesamaku diringankan.  (BHSF #1039) 

Renungan 

Renungkan, hari ini, atas empati anda atau kekurangannya. 

Apa yang terjadi di dalam pikiran, hati, dan emosi anda ketika anda menghadapi kesenangan atau penderitaan orang lain? 

Apakah anda berjalan melewati mereka, tidak peduli dan tidak melibatkan mereka? 

Atau apakah anda melihat kemanusiaan mereka, mengenali martabat mereka, dan memperlakukan mereka dengan perhatian, kasih sayang, dan rasa hormat? 

Empati pada akhirnya adalah tentang martabat setiap orang dan kemampuan kita untuk mengakui martabat itu melalui pikiran, perasaan, kata-kata, dan tindakan kita. Cobalah untuk jujur ​​melihat empati anda sendiri hari ini dan jika anda terkejut dengan kekurangan di area ini, lihat lebih dalam alasannya. Jangan takut untuk mengakui kekurangan ini dan jangan takut untuk mencari solusinya. Tetapi jika anda melihat diri anda diberkati dengan hati yang welas asih, dipenuhi dengan kesadaran akan orang lain,

 


Doa 

Tuhan, aku berdoa agar hatiku menjadi alat dari Hati-Mu yang penuh belas kasihan. Dengan cara apa pun aku kekurangan empati dan belas kasih yang mengalir dari Hati-Mu, berikanlah kesembuhan untuk ku. Dan dalam segala hal aku diberkati untuk mengalami pergumulan dan kegembiraan orang lain karena berbagi dalam Kerahiman-Mu, aku berterima kasih kepada-Mu. Tuhan, hasratku yang terdalam adalah untuk berbagi dalam hidup dan cinta-Mu sehingga hatiku dapat menjadi seperti milik-Mu. Yesus, aku percaya kepada-Mu.