-->

Refleksi 23: Ketika Tuhan Tampak Diam

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari  bersama  Santa Faustina

 


Refleksi 23: Ketika Tuhan Tampak Diam 

Kadang-kadang, ketika kita berusaha untuk lebih mengenal Tuhan kita yang penuh belas kasihan, Dia akan tampak diam. Mungkin dosa telah menghalangi atau mungkin Anda telah membiarkan gagasan anda sendiri tentang Tuhan mengaburkan suara-Nya yang sejati dan kehadiran-Nya yang sejati. 

Di lain waktu, Yesus menyembunyikan kehadiran-Nya dan tetap tersembunyi karena suatu alasan. Dia melakukannya sebagai cara untuk menarik kita lebih dalam. Jangan khawatir jika Tuhan tampak diam karena alasan ini. Itu selalu menjadi bagian dari perjalanan (Lihat Buku Harian #18). 

Buku Harian Santa Faustina

(18) Tetapi, sesudah tiga pekan, aku sadar bahwa di biara itu begitu sedikit waktu untuk berdoa, dan di antara banyak hal lain yang berkecamuk dalam jiwaku adalah keinginan untuk memasuki suatu komunitas religius dengan peraturan yang lebih ketat. 

Gagasan ini sungguh menguasai jiwaku, tetapi kehendak Allah tidak ada di dalamnya. Tetapi gagasan itu atau lebih tepat godaan itu semakin hari menjadi semakin kuat sampai pada suatu hari aku memutuskan untuk mengungkapkan rencana itu kepada Muder Superior dan untuk seterusnya meninggalkan [biara]. 

Tetapi Allah mengatur situasi sedemikian rupa sehingga aku tidak dapat berjumpa dengan Muder Superior. Sebelum pergi tidur, aku melangkah masuk ke kapel kecil dan aku minta kepada Yesus supaya memberikan terang untuk memecahkan masalah ini. 

Tetapi, aku tidak menerima suatu pun dalam jiwaku kecuali kegelisahan aneh yang tidak aku pahami. Namun, kendati semuanya itu, aku menata hatiku untuk menghadap Muder Superior keesokan harinya tepat sesudah misa dan memberitahukan keputusanku kepadanya. (BHSF #18) 

Renungan 

Renungkan, hari ini, betapa hadirnya Tuhan. Mungkin Dia hadir berlimpah, mungkin Dia tampak jauh. Sekarang kesampingkan itu dan sadari fakta bahwa Tuhan selalu hadir secara intim kepada anda apakah itu terasa seperti itu atau tidak. 

Percayalah kepada-Nya dan ketahuilah bahwa Dia selalu bersama anda terlepas dari apa yang anda rasakan. Jika Dia tampak jauh, pertama-tama periksalah hati nurani anda, akui dosa apa pun yang mungkin menghalangi, dan kemudian buatlah tindakan kasih dan kepercayaan di tengah-tengah apa pun yang mungkin anda alami.


 
Doa 

Tuhan, aku percaya kepada-Mu karena aku percaya kepada-Mu dan kasih-Mu yang tak terbatas untukku. Aku percaya bahwa Engkau selalu ada dan bahwa Engkau merawat aku di setiap saat dalam hidupku. Ketika aku gagal merasakan kehadiran ilahi-Mu dalam hidupku, bantulah aku untuk mencari-Mu dan untuk lebih mempercayai-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi