-->

Refleksi 232 : Menenangkan Badai

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina 

 

Refleksi 232 : Menenangkan Badai

 

Ingat kisah Yesus menenangkan badai

 

(Matius 8:23-27) Angin ribut diredakan

 

8:23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya. 8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. 8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." 8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi tenang sekali. 8:27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Siapakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?".

 

Tindakan ajaib ini dilakukan sebagai tanda kenabian Dia membawa anda dalam kedamaian selama tantangan khusus yang anda hadapi dalam hidup. Yesus melakukan ini pada tingkat praktis untuk keselamatan dan kesejahteraan para Rasul-Nya. Namun, dengan menunjukkan bahwa Dia memiliki otoritas mutlak dan langsung atas badai di laut, Yesus juga menjelaskan bahwa Dia memiliki otoritas mutlak dan langsung atas badai apapun dalam hidup anda, menjanjikan kedekatan-Nya di tengah-tengah anda. Hal seharusnya menghibur anda untuk mengetahui bahwa tidak ada yang terlalu banyak untuk kemahakuasaan Tuhan. Dia dapat melakukan semua hal dan dapat membawa kedamaian dalam setiap situasi. Mengetahui hal ini seharusnya memberi anda kepercayaan diri saat anda menyerahkan "badai" anda kepada-Nya. Dan ketika badai tetap ganas, terlepas dari doa-doa anda, maka anda harus yakin bahwa itu untuk kebaikan anda atau kebaikan orang lain. (Buku Harian #1197). 

Buku Harian Santa Faustina 

(1197) Peredaan badai dengan tiba-tiba. 

Tadi malam terjadi badai yang mengerikan. Aku menundukkan wajahku sampai ke tanah dan mulai mendaras Litani Orang Kudus. Menjelang akhir litani, suatu rasa kantuk menguasai diriku sehingga aku sama sekali tidak mampu menyelesaikan doa itu. Kemudian, aku bangkit dan berkata kepada Tuhan, 

“Yesus, redakanlah badai ini karena anak-Mu tidak mampu berdoa lebih lama lagi, dan aku terserang kantuk yang amat berat.” 

Sesudah kata-kata ini, aku membuka jendela lebar-lebar, bahkan tanpa memasang pengaitnya. Maka Suster N berkata kepadaku, 

“Suster, apa yang engkau lakukan! Badai pasti akan mencabut jendela!” 

Aku menyuruh dia tidur dengan tenang, dan seketika itu juga badai sama sekali reda. Keesokan harinya, para suster berbicara tentang peredaan badai secara tiba-tiba, tanpa mengetahui apa artinya semua itu. Aku tidak mengatakan apa pun, tetapi aku hanya berpikir dalam hati: Yesus dan Faustina yang kecil tahu apa artinya.... (BHSF#1197) 

Renungan 

Identifikasi badai dalam hidup anda saat ini. Dan jika keadaan relatif tenang, bersyukurlah tetapi ingat juga bahwa ini tidak akan selalu terjadi. Hidup dapat "berubah dengan sepeser pun" seperti yang telah dikatakan. Kita harus siap menghadapi apapun dan segala sesuatu yang menimpa kita. Saat anda merenungkan badai kehidupan, tanyakan pada diri anda sendiri apakah anda percaya Yesus ada di sana, di tengah-tengah, di sisi anda, menjaga anda tetap aman. 

Tahukah anda bahwa Dia dapat memecahkan masalah apapun secara instan? 

Yakinkan diri anda akan fakta ini dan biarkan iman ini menambah keyakinan pada hati anda yang bermasalah. Kasih Tuhan bagi anda adalah sempurna; Dia tidak akan pernah membiarkanmu tenggelam.

 

Doa

Tuhan, aku percaya pada kuasa-Mu yang maha kuasa dan kasih-Mu yang tak bersyarat. Aku percaya bahwa Engkau peduli dengan aku dan hadir dalam setiap badai yang ku hadapi dalam hidup. Beri aku harapan di tengah setiap pencobaan dan aktifkan aku untuk kembali kepada-Mu sebagai sumber kedamaianku. Aku mencintai -Mu, Tuhan terkasih. Yesus, aku percaya pada-Mu.