-->

Refleksi 24: Pemurnian Jiwa Anda

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari  bersama  Santa Faustina

 


Refleksi 24: Pemurnian Jiwa Anda
 

Penderitaan terbesar yang dapat kita tanggung adalah kerinduan rohani akan Tuhan. Mereka yang berada di Api Penyucian sangat menderita karena mereka merindukan Tuhan dan belum sepenuhnya memiliki Dia. Kita harus masuk ke dalam pemurnian yang sama di sini dan sekarang. Kita harus membiarkan diri kita merindukan Tuhan. Kita harus melihat Dia dan menyadari bahwa kita belum sepenuhnya memiliki Dia dan bahwa Dia belum sepenuhnya memiliki kita karena dosa kita. Ini akan menyakitkan tetapi perlu jika kita ingin dimurnikan dari semua yang menghalangi kita dari Rahmat-Nya yang sempurna (Lihat Buku Harian #20-21). 

Buku Harian Santa Faustina

(20) Tidak lama kemudian, aku jatuh sakit. Muder Superior yang penuh cinta mengirimku bersama dua orang suster lain untuk beristirahat di Skolimow, tidak jauh dari Warsawa. Pada saat itulah aku bertanya kepada Tuhan siapa lagi yang harus aku doakan. Yesus berkata bahwa pada malam berikutnya Ia akan memberitahukan kepadaku siapa yang harus aku doakan. 

[Malam berikutnya] aku melihat Malaikat Pelindungku, yang memerintahkan aku untuk mengikuti dia. Dalam sekejap, aku berada di tempat berkabut yang penuh dengan api, di mana ada satu himpunan besar jiwa yang sedang menderita. Mereka berdoa dengan amat khusyuk bagi diri mereka sendiri, tetapi tanpa hasil bagi mereka; hanya kita yang dapat membantu mereka. Nyala yang membakar mereka sama sekali tidak menyentuhku. Malaikat Pelindungku tidak meninggalkan aku sesaat pun. Aku menanyakan kepada jiwa-jiwa itu penderitaan apa yang paling mereka rasakan. Mereka menjawab kepadaku serentak bahwa siksaan yang paling mereka rasakan adalah kerinduan akan Allah. Aku melihat Bunda Allah mengunjungi jiwa-jiwa di Purgatorium. Jiwa-jiwa itu menyebutnya “Bintang Samudra”. Ia membawa kesegaran bagi mereka. Aku ingin berbicara dengan mereka lebih lama, tetapi Malaikat Pelindungku memberi isyarat kepadaku untuk pergi. Kami keluar dari penjara yang penuh penderitaan itu. [Aku mendengar suara dari dalam hatiku] yang berkata, 

“Kerahiman-Ku tidak menghendaki hal ini, tetapi keadilan menuntutnya.” 

Sejak saat itu, aku menghayati persekutuan yang lebih erat dengan jiwa-jiwa yang menderita. (BHSF #20) 

(21) Akhir masa postulat (29 April 1926). 

Para superiorku mengirim aku ke novisiat d Krakow. Sukacita yang tak terlukiskan menguasai jiwaku. Ketika tiba di novisiat, Suster.... sedang menghadapi sakratulmaut. Beberapa hari kemudian ia datang kepadaku dan meminta supaya aku pergi kepada Muder Pembimbing Para Novis dan mengatakan kepadanya agar ia meminta kepada bapak pengakuannya, yakni P. Rospond, untuk mempersembahkan baginya satu misa dan tiga doa panah. Mula-mula aku setuju, tetapi pada hari berikutnya aku memutuskan bahwa aku tidak akan pergi menghadap Muder Pembimbing sebab aku tidak yakin apakah ini hanya suatu mimpi atau kenyataan. Maka aku tidak pergi. Pada malam berikutnya, hal yang sama berulang dengan lebih jelas; aku tidak ragu-ragu lagi. Tetapi pagi harinya, aku masih memutuskan bahwa aku baru akan mengatakan hal itu kepada Muder Pembimbing kalau aku melihat dia pada siang hari. Sekonyong-konyong aku berjumpa dengan Suster Henryka di lorong biara. Ia mencela aku karena tidak segera pergi, dan kegelisahan yang luar biasa memenuhi jiwaku. Maka aku langsung menghadap Muder Pembimbing dan menceritakan kepadanya segala sesuatu yang telah aku alami. Muder menjawab bahwa ia akan memperhatikan hal itu. Seketika itu ketenangan menyelimuti jiwaku, dan pada hari ketiga Suster itu datang kepadaku dan berkata, 

“Semoga Allah membalasmu!” (BHSF #21) 

Renungan 

Renungkan fakta bahwa pemurnian spiritual jiwa Anda diperlukan. Idealnya, kita semua akan merangkul pemurnian ini di sini dan sekarang. 

Kenapa menunggu?

Apakah Anda berusaha untuk bertumbuh dalam pemurnian ini?

Apakah Anda bersedia membiarkan jiwa Anda merindukan Tuhan dan memiliki Dia sebagai satu-satunya keinginan Anda? 

Jika demikian, semua hal lain dalam hidup akan jatuh pada tempatnya saat Anda mencari Dia dan saat Anda menemukan Kerahiman Ilahi yang menanti.

 


Doa 

Tuhan, tolong bersihkan jiwaku dalam segala hal. Izinkan aku untuk masuk ke api penyucian ku di sini dan sekarang. Biarlah jiwaku diliputi kerinduan akan-Mu dan biarkan hasrat itu membayangi setiap hasrat lain dalam hidupku. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi