-->

Refleksi 25 : Penderitaan Batin – Jalan Menuju Kerahiman

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina



Refleksi 25 : Penderitaan Batin – Jalan Menuju Kerahiman 

Saat hubungan anda dengan Tuhan tumbuh lebih dalam, anda akan memiliki banyak momen pergumulan dan juga banyak momen penghiburan. Jangan takut pada saat-saat kekeringan dan penderitaan batin. 

Itu penting dan merupakan bagian dari metode kekudusan Tuhan bagi anda. 

Pada saat-saat itu, angkat mata anda kepada Yesus. Lihat Dia dalam kemuliaan-Nya dan mohon belas kasihan-Nya (Lihat Buku Harian #22-23). 

Buku Harian Santa Faustina

(22) Pada hari aku mengenakan busana [biarawati], Allah memberitahukan kepadaku betapa banyak aku harus menderita. Dengan jelas, aku menyaksikan apa konsekuensi dari penyerahan diriku. Sejenak aku mengalami penderitaan itu. Tetapi kemudian, Allah kembali memenuhi jiwaku dengan penghiburan-penghiburan yang besar. (BHSF #22)

(23) Menjelang akhir tahun pertama novisiatku, kegelapan mulai membayangi seluruh jiwaku. Aku merasakan tidak ada penghiburan dalam doa; untuk dapat bermeditasi, aku harus berusaha sekuat tenaga; ketakutan mulai melanda hatiku. Semakin dalam aku merenungi diriku, semakin aku tidak menemukan apa-apa selain kesedihan yang mencekam. Aku pun dapat melihat dengan jelas kekudusan Allah yang agung. Aku tidak berani mengangkat mataku kepada-Nya, tetapi merebahkan diriku ke tanah ke bawah kaki-Nya dan memohon belas kasih-Nya. Hampir enam bulan jiwaku berada dalam keadaan seperti ini. Di saat-saat yang sulit ini, Muder Pembimbing kami yang terkasih membesarkan hatiku. Tetapi, semakin hari penderitaan itu semakin berat. 

Tahun kedua novisiat sudah semakin dekat. Setiap kali merenungkan bahwa aku harus mengikrarkan kaul-kaulku, jiwaku merasa ngeri. Aku tidak dapat memahami apa yang sedang aku baca; aku tidak dapat bermeditasi; aku merasa bahwa doa-doaku tidak berkenan di hati Allah. Tetapi, kendati semuanya itu, bapak pengakuanku tidak mengizinkan aku melewatkan satu komuni kudus pun. Allah sedang bekerja dengan sangat aneh di dalam jiwaku. Aku tidak memahami sama sekali tentang apa yang dikatakan bapak pengakuanku kepadaku. Kebenaran-kebenaran iman yang sederhana pun menjadi sulit aku mengerti. Jiwaku sangat sedih, tidak mampu menemukan penghiburan di mana pun. 

Pada titik tertentu, muncul dalam hatiku kesan yang amat kuat bahwa aku ditolak oleh Allah. Pemikiran yang mengerikan ini sangat menusuk hatiku; di tengah-tengah penderitaan itu jiwaku mulai mengalami sakratulmaut. Aku ingin mati tetapi tidak bisa. Dalam hatiku muncul pemikiran; apa gunanya mengupayakan keutamaan-keutamaan; mengapa harus bermati raga kalau semua itu ditolak oleh Allah? Ketika aku memberitahukan hal ini kepada Pembimbing para novis, aku mendapat jawaban ini, 

“Ketahuilah, Suster, bahwa Allah telah memilihmu untuk meraih kesucian yang tinggi. Ini adalah tanda bahwa Allah menghendaki Suster hidup sangat dekat dengan Dia di surga. Hendaknya Suster sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan Yesus.” 

Pemikiran mengerikan bahwa telah ditolak oleh Allah sungguh merupakan siksaan yang diderita oleh orang terkutuk. Aku berlari kepada luka-luka Yesus dan mengulangi kata-kata penyerahanku, tetapi kata-kata itu menimbulkan siksaan yang semakin menyakitkan dalam diriku. Aku pergi ke hadapan Sakramen Mahakudus, dan aku mulai berbicara kepada Yesus, 

“Yesus, Engkau berkata bahwa lebih mudah seorang ibu melupakan bayinya daripada Allah melupakan ciptaan-Nya, dan kalaupun ada ibu yang dapat melupakan bayinya, Aku Allah, tidak pernah akan melupakan ciptaan-Ku. O Yesus, tidakkah Engkau mendengar betapa jiwaku mengeluh? Sudilah mendengarkan rintihan-rintihan yang memilukan dari anak-Mu. Aku mengandalkan Engkau, ya Allah, sebab surga dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Mu akan bertahan selama-lamanya.” 

Tetapi, aku tetap tidak menemukan saat kelegaan. (BHSF #23)

Renungan 

Jujur melihat jiwa anda hari ini. Renungkan semua yang anda alami secara batin. Renungkan, khususnya, semua yang hanya anda sadari. 

Apakah anda menemukan rasa sakit dan penderitaan di dalam? 

Jika itu adalah akibat dari dosa anda sendiri, maka bergembiralah karena anda melihat ini. 

Jika itu adalah hasil dari Tuhan yang memurnikan anda, maka bergembiralah karena Dia cukup mengasihi anda untuk membiarkan anda melewati kekeringan rohani ini. 

Pandanglah ke Surga dan syukurilah semua yang anda alami secara batiniah, karena apa yang ada di dalam jiwa anda adalah hadirat Tuhan yang menuntun anda kepada diri-Nya.

 


Doa 

Tuhan, kadang-kadang aku merasa kering dan mati di dalam. Terkadang aku bertanya-tanya di mana Engkau berada dan apakah Engkau masih bersamaku. Bantu aku untuk memiliki harapan dan kepercayaan pada saat-saat itu dan untuk melihatnya sebagai jalan menuju iman yang lebih dalam kepada-Mu. Bantu aku untuk berpaling kepada-Mu di saat-saat ini sehingga gerbang Rahmat-Mu dapat dibuka lebih luas lagi. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi