Refleksi Harian Tentang
Kerahiman
Ilahi
365 Hari bersama Santa
Faustina
Refleksi 264 : Retret Bersama Yesus
Apakah
anda pernah melakukan retret?
Beberapa diistimewakan untuk mengambil waktu jauh dari kesibukan hidup sehingga menghabiskan waktu yang lama mendengarkan Tuhan kita dan berada di hadirat-Nya yang penuh belas kasihan. Yang lain merasa sulit menemukan satu hari pun untuk memasuki retret semacam itu.
Terlepas dari apakah anda memiliki kesempatan atau tidak, ketahuilah bahwa anda membutuhkan waktu berduaan dengan Yesus. Tidaklah mungkin untuk berbicara kepada-Nya hanya selama hari sibuk anda dan menjaga hubungan yang benar dengan-Nya.
Kedalaman hubungan yang diinginkan Yesus membutuhkan waktu yang disisihkan semata-mata untuk Dia. Carilah peluang ini dan jangan mengabaikannya. Melalui saat-saat doa yang panjang dan perenungan hidup menjadi jelas dan Kehendak Allah diwujudkan (Lihat Buku Harian #1326-1327).
Buku
Harian Santa Faustina
(1326) Hari ini, kami memulai retret delapan hari. Yesus, Guruku, tolonglah aku menjalani retret suci ini dengan penuh gairah sebagai latihan-latihan kesalehan. Semoga Roh-Mu, ya Allah, membimbing aku ke dalam lubuk pengetahuan yang paling dalam tentang Engkau, dan juga tentang diriku sendiri. Sebab aku hanya akan mampu mengasihi Engkau sebanyak aku bisa mengenal Engkau. Dan aku hanya akan mampu merendahkan diriku sebanyak aku bisa mengenal kepapaanku. Aku tahu, ya Tuhan, bahwa Engkau tidak akan menolak memberikan pertolongan-Mu kepadaku. Aku ingin keluar dari retret ini sebagai seorang santa meskipun mata insani tidak akan memperhatikannya, termasuk juga mata para superior. Aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepada tindakan rahmat-Mu. Biarlah kehendak-Mu digenapi sepenuhnya di dalam diriku, ya Tuhan.
(1327) Hari pertama.
Yesus berkata,
“Putri-Ku, retret ini akan menjadi suatu kontemplasi yang tanpa henti. Aku akan membawa engkau memasuki retret ini seperti memasuki perjamuan rohani. Dengan selalu berada di dekat Hati-Ku yang maharahim, engkau akan merenungkan segala rahmat yang diterima oleh hatimu, dan suatu damai yang sungguh teduh akan menyelimuti jiwamu. AKu menghendaki mata jiwamu selalu menatap kehendak-Ku yang kudus karena dengan cara inilah engkau akan paling menyenangkan Hati-Ku. Tidak ada pengurbanan yang dapat dibandingkan dengan ini. Selama seluruh latihan ini, engkau akan tinggal di dekat Hati-Ku. Engkau tidak akan melakukan satu perombakan pun sebab hidupmu selaras dengan kehendak-Ku. Imam yang akan memimpin retret ini tidak akan mengucapkan sepatah kata pun yang akan menyusahkanmu.” (BHSF #1326,#1327)
Renungan
Kapan terakhir kali anda menghabiskan banyak waktu sendirian dengan Tuhan kita?
Mungkin hanya satu jam di kapel atau di kamar anda, atau mungkin lebih lama. Pikirkan tentang berapa banyak waktu yang anda berikan kepada-Nya. Kita sering dapat menemukan banyak waktu untuk menonton film, berbelanja, atau terlibat dalam kegiatan rekreasi lainnya.
Kebenarannya adalah jika kita menjadikan waktu sendiri dengan Tuhan kita sebagai prioritas dalam hidup, itu akan terjadi. Kita akan menemukan waktu dan waktu kita bersama-Nya akan berbuah berlimpah.
Renungkan tingkat prioritas yang anda berikan pada saat-saat perenungan yang hening dengan Tuhan kita ini dan komitmenkan kembali diri anda untuk menjadikannya bagian terpenting dalam hidup anda. Jika anda melakukannya, semua yang lain akan jatuh pada tempatnya saat Kerahiman-Nya dicurahkan.
Doa
Tuhan, aku ingin menjadikan-Mu prioritas nomor satu dalam hidupku. Aku ingin meluangkan waktu untuk-Mu setiap hari dan mencari waktu yang lebih lama untuk-Mu secara teratur. Bantu Aku untuk memiliki kemauan untuk melakukan ini sehingga aku dapat menikmati hadirat-Mu dan membiarkan Engkau memilah-milah kesulitan yang kuhadapi dalam hidup.Yesus, Engkau andalanku.

