-->

Refleksi 267 : Keadilan atau Belas Kasih?

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 267 : Keadilan atau Belas Kasih?

 

Adalah tepat untuk berbicara tentang Keadilan Tuhan dan juga Rahmat-Nya. Mereka tidak bertentangan satu sama lain. Keadilan-Nya akan diberikan kepada mereka yang menolak untuk bertobat sama seperti yang diberikan kepada para malaikat yang menolak untuk melayani Tuhan. 

 

Tapi, untuk saat ini, apakah lebih tepat mengatakan bahwa Tuhan Maha Penyayang. Nyatanya, si jahat ingin kita termakan oleh gagasan bahwa Tuhan itu adil dan bahwa Dia terus-menerus menjatuhkan penghakiman-Nya atas kita. Ketika gagasan ini diterima, sulit dipahami bahwa Tuhan sebenarnya menahan Keadilan-Nya selama kita terbuka pada Rahmat-Nya. 

 

Carilah Rahmat-Nya, yakini dan larilah ke sana. Jangan pernah ragu walau hanya sejenak. Ketahuilah bahwa Tuhan menawarkannya siang dan malam dan tidak pernah lelah untuk melimpahkannya kepada anda. Ketika anda dihadapkan dengan rasa takut yang datang dengan menghadapi Keadilan-Nya, (Lihat Buku Harian #1338). 

Buku Harian Santa Faustina 

(1338) Sementara aku menulis kata-kata ini, aku mendengar teriakan setan, 

“Ia sedang menuliskan segala sesuatu, ia sedang menuliskan segala sesuatu, dan karena itu kita kehilangan banyak sekali! Jangan menulis tentang kebaikan Allah; Ia itu adil!” 

Dan sambil menjerit berangasan, mereka menghilang.   

(1339) Ya Allah yang maharahim, Engkau tidak menolak kami, tetapi terus-menerus melimpahkan rahmat-Mu atas kami. Engkau membuat kami layak memasuki kerajaan-Mu, dan dalam kebaikan-Mu Engkau memberi anugerah bahwa manusia boleh mengisi ruang kosong yang ditinggalkan oleh para malaikat yang tidak tahu terima kasih. Ya Allah yang maharahim, Engkau telah memalingkan tatapan kudus-Mu dari para malaikat yang memberontak dan mengarahkannya kepada manusia yang bertobat. Pujian dan kemuliaan bagi kerahiman-Mu yang tak terbatas, ya Allah yang tidak menghinakan hati yang rendah. (BHSF #1338. #1339) 

Renungan 

Manakah dari dua gambar Tuhan ini yang lebih sering anda renungkan? 

Apakah anda takut dengan Keadilan Tuhan? 

Atau apakah anda dihibur oleh Rahmat-Nya?  

Keduanya bisa bermanfaat tetapi tidak pernah dengan mengorbankan yang lain. Kita tidak boleh menyalahgunakan Rahmat Tuhan dan kita tidak boleh terpaku pada Keadilan-Nya tanpa segera mengingat Rahmat-Nya.  

Renungkan Rahmat-Nya hari ini lebih dari apa pun dan anda tidak perlu takut akan Keadilan-Nya. Biarkan hatimu mengalami kasih-Nya dan berpaling kepada-Nya dengan penuh keyakinan dan kepercayaan. 

 


Doa 

Tuhan, aku sadar bahwa Engkau Adil dan akan memberikan Keadilan-Mu kepadaku jika aku gagal berpaling kepada Kerahiman-Mu. Oleh karena itu, aku berpaling kepada Kerahiman-Mu. Aku mencarinya dengan sepenuh hati. Aku mencintai-Mu, Tuhan, dan aku rindu untuk lebih mencintai-Mu. Beri aku rahmat untuk membuka mataku ke Hati-Mu yang bercahaya dan terbuka untuk semua yang ingin Engkau limpahkan.
Yesus, aku percaya pada-Mu.
Yesus, Engkau andalanku.
Yesus, aku mencintai-Mu.