-->

Refleksi 27: Cobaan Berubah Menjadi Kebajikan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 27: Cobaan Berubah Menjadi Kebajikan 

Terkadang Tuhan memberikan cobaan kepada kita. Ini dilakukan karena kasih untuk menguatkan kita dan memperdalam kasih kita kepada-Nya. Lihatlah apa yang anda alami sebagai cobaan. Tanyakan kepada Tuhan apakah ini dari-Nya dan kebaikan apa yang ingin Dia bawa dari pencobaan itu. 

Cobaan selalu memiliki potensi untuk membuat kita lebih kuat. Jika anda mengalami pencobaan batin tertentu dalam hidup, ketahuilah bahwa pada saat ini, lebih dari yang lain, Tuhan ingin anda memperbarui kepercayaan anda kepada-Nya. Lakukan bahkan jika anda tidak ingin melakukannya. Pencobaan adalah kesempatan terbesar bagi iman, harapan, dan kasih kita untuk bertumbuh (Lihat Buku Harian #24). 

Buku Harian Santa Faustina 

(24) Pada suatu hari ketika aku baru saja bangun dari tidur ketika aku menempatkan diriku di hadirat Allah, tiba-tiba aku diliputi rasa putus asa. Kegelapan yang pekat menyeliputi jiwaku. Aku bergulat setengah mati sampai siang hari. Sesudah tengah hari, ketakutan-ketakutan yang sungguh mengerikan mulai mencekam diriku; kekuatan fisikku mulai surut. Dengan cepat aku pergi ke kamarku, berlutut di depan salib dan mulai menangis memohon belas kasih Allah. Tetapi, Yesus tidak mendengarkan seruanku. Aku merasa kekuatan fisikku habis sama sekali. Aku jatuh lunglai di lantai, rasa putus asa melanda seluruh jiwaku. Aku merasakan siksaan yang mengerikan, yang tidak ada bedanya dengan siksaan neraka. Tiga perempat jam aku berada dalam situasi seperti itu. Aku ingin pergi dan bertemu dengan Muder Pembimbing, tetapi aku terlalu lemah. Aku ingin berteriak, tetapi aku tidak memiliki suara. Untunglah, salah seorang suster masuk ke kamarku. Mendapati aku dalam keadaan aneh seperti itu, ia langsung memberi tahu Muder Pembimbing. Seketika itu juga Muder datang. Begitu masuk ke kamarku ia berkata, 

“Demi ketaatan suci, bangkitlah dari lantai” 

Sekonyong-konyong, suatu kekuatan membangkitkan aku dari lantai dan aku berdiri tegak, dekat dengan Muder Pembimbing. Dengan kata-kata yang ramah, Muder mulai menjelaskan kepadaku, ini adalah cobaan yang diberikan kepadaku oleh Allah, katanya, 

“Percayalah dengan teguh; Allah itu senantiasa Bapa kita walaupun Ia menguji!” 

Aku kembali melaksanakan tugas-tugasku seolah-olah aku telah keluar dari kubur; perasaanku diliputi dengan apa yang telah dialami oleh jiwaku. Dalam ibadat sore, jiwaku mengalami sakratulmaut lagi dalam kegelapan pekat yang mengerikan. Aku merasa bahwa aku berada dalam kuasa Allah yang adil, dan menjadi sasaran amarah-Nya. Pada saat yang mengerikan itu, aku berkata kepada Allah, 

“Yesus, dalam Injil Engkau menyamakan diri-Mu dengan seorang ibu yang penuh kasih. Aku percaya akan sabda-Mu sebab Engkaulah Kebenaran dan Kehidupan. Apa pun juga yang terjadi, ya Yesus, aku mengandalkan Engkau meskipun dalam hatiku berkecamuk perasaan yang bertentangan dengan pengharapan. Lakukanlah apa yang ingin Kaulakukan terhadapku: Aku tidak pernah akan meninggalkan Engkau sebab Engkaulah sumber hidupku.” 

Hanya orang yang pernah mengalami saat-saat serupa itu dapat memahami betapa mengerikan siksaan jiwa seperti itu. (BHSF #24)

Renungan 

Apa cobaan terbesar anda saat ini? 

Identifikasi apa pun itu dan ketahuilah bahwa Yesus mengerti. Renungkan Dia datang kepada anda pada saat ini, merangkul pencobaan ini dengan anda dan di dalam anda. Kekuatan-Nya sempurna dan Dia akan memimpin anda melalui segala hal. Dalam prosesnya, Dia akan memenuhi anda dengan iman, harapan, dan kasih yang lebih besar.



Doa 

Tuhan, aku tahu bahwa pencobaan dalam hidupku adalah anugerah. Mereka mungkin tidak terlihat seperti saat aku menanggungnya, tetapi memang begitu. Bantu aku terutama dengan (sebutkan niat anda saat ini). Aku menyerahkan situasi ini kepada-Mu dan berterima kasih atas kasih dan kekuatan-Mu yang sempurna. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi