Refleksi Harian Tentang
Kerahiman
Ilahi
365 Hari bersama Santa
Faustina
Refleksi 287 : Jubah Kehinaan
"Penghinaan"
bisa berarti rasa malu publik, aib, penghinaan dan rasa malu. Tapi itu memiliki
arti khusus ketika diterapkan pada Yesus. “Jubah kehinaan” mengacu pada penghinaan publik
yang dialami Yesus sebagai akibat dari Salib-Nya.
Dia
dikutuk sebagai orang berdosa dan pembohong. Dia dituduh menipu orang-orang dan
berusaha melemahkan otoritas sipil. Dia menjadi sasaran kebencian yang ekstrim
dan penganiayaan terakhir oleh para pemimpin agama pada zaman-Nya. Ini adalah
pukulan brutal.
Jika
Yesus memiliki dosa kesombongan, Dia jelas tidak akan mampu menanggung cemoohan
dan penganiayaan mereka. Dia akan melahirkan segudang malaikat untuk
membinasakan para penganiaya-Nya. Tetapi Dia tidak melakukannya. Sebaliknya,
Dia menanggung setiap penghinaan dengan keyakinan dan integritas.
Penderitaan
yang dialami Yesus tidak pernah membangkitkan dalam diri-Nya bahkan satu pun
perasaan benci atau dendam. Nyatanya, dari Salib itu sendiri Ia berseru, “Bapa, ampunilah mereka,
mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Kesaksian
yang kuat ini harus memengaruhi anda dan menguatkan anda untuk sama sekali
tidak memperhatikan penilaian palsu orang lain. Tuhan tidak peduli tentang
penilaian palsu dan penghinaan publik yang dijatuhkan oleh penilaian ini.
Merangkul "jubah
aib" berarti anda pada akhirnya membiarkan setiap penghinaan duniawi
menghilang di hadapan Rahmat dan kebenaran Tuhan (Lihat Buku Harian #1418).
Buku
Harian Santa Faustina
(1418) O Kristus yang menderita, aku keluar untuk menjumpai Engkau. Sebagai mempelai-Mu, aku ingin menyerupai Engkau. Mantol-Mu, yakni mantol penghinaan, harus menyelubungi aku juga.
O Kristus, Engkau tahu betapa bernyala-nyala keinginanku untuk menjadi seperti Engkau. Biarlah seluruh Sengsara-Mu menjadi bagianku. Semoga seluruh dukacita-Mu ditumpahkan ke dalam hatiku. Aku percaya bahwa Engkau akan memenuhinya di dalam diriku dengan cara yang Kauanggap paling cocok. (BHSF #1418)
Renungan
Renungkan perjuangan ini di dalam diri anda. Dibutuhkan kerendahan hati yang besar untuk mengabaikan pendapat yang salah. Berusahalah untuk merangkul kerendahan hati itu dan biarkan kebenaran membebaskan anda. “Jubah” Yesus harus menutupi anda karena itu pada akhirnya adalah jubah kasih karunia dan belas kasihan-Nya.
Doa
Tuhan, aku mengenakan jubah kehinaan-Mu. Aku memakainya dengan keyakinan dan kepercayaan. Bantulah satu-satunya perhatian ku untuk menjadi kebenaran-Mu dan untuk menumpahkan semua pendapat lain yang bertentangan. Kebahagiaan ku terletak pada Engkau sendiri, ya Tuhan, dan semua harapan ku ada di dalam-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.

