-->

Refleksi 30 : Ketaatan kepada Tuhan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari  bersama  Santa Faustina

 


Refleksi 30 : Ketaatan kepada Tuhan 

Salah satu kunci kekudusan adalah ketaatan. Adam dan Hawa jatuh dari kasih karunia karena ketidaktaatan dan kita dipulihkan kepada kasih karunia karena ketaatan. 

Ketaatan bisa jadi sulit dan membutuhkan keputusan batin yang mendalam. Carilah kesempatan untuk taat kepada Yesus, terutama ketika anda tidak ingin melakukannya. Itu adalah saat-saat anugerah dan pertobatan yang besar (LihatBuku Harian #28). 

Buku Harian Santa Faustina 

(28) Pernah Yesus berkata kepadaku, 

“Pergilah kepada Muder Superior dan mintalah kepadanya agar ia mengizinkan engkau mengenakan pakaian yang kasar selama tujuh hari, dan sekali setiap malam engkau boleh bangun dan pergi ke kapel!” 

Aku menjawab, 

“Ya”, 

tetapi aku mengalami kesulitan untuk sungguh pergi kepada Muder Superior. Pada petang hari, Yesus bertanya kepadaku, 

“Berapa lama engkau akan menangguhkannya?” 

Aku memutuskan untuk berbicara dengan Muder Superior begitu aku melihat dia. 

Hari berikutnya sebelum tengah hari, aku melihat Muder Superior pergi ke ruang makan. Karena dapur, ruang makan, dan kamar Suster Aloysia saling berdekatan, maka aku minta Muder Superior masuk ke kamar Suster Aloysia dan aku memberitahukan kepadanya apa yang diinginkan oleh Tuhan Yesus. Atas permintaan itu, Muder Superior menjawab, 

“Aku sama sekali tidak akan mengizinkan engkau mengenakan pakaian kasar. Sama sekali tidak! Kalau Tuhan Yesus mau memberi engkau kekuatan raksasa, aku akan mengizinkan mati raga itu.” 

Aku minta maaf karena telah menyita waktu Muder Superior dan aku meninggalkan kamar Suster Aloysia. Pada saat itu juga aku melihat Yesus berdiri di pintu dapur, dan aku berkata kepada-Nya, 

“Engkau memerintahkan aku minta izin untuk mati raga ini, tetapi Muder Superior tidak mau mengizinkannya!” 

Yesus berkata, 

“Aku berada di sini selama percakapanmu dengan Muder Superior dan Aku mengetahui semuanya. Aku tidak menuntut mati raga darimu, tetapi ketaatan. Dengan ketaatan, engkau memberikan kemuliaan yang besar kepada-Ku dan memperoleh pahala bagi dirimu sendiri.”  (BHSF #28)

Renungan 

Bekerjalah untuk menjadi rendah hati hari ini. Hanya melalui kerendahan hati kita akan melihat kesombongan yang mengarah pada ketidaktaatan.

Kesombongan mengarah pada kegigihan dalam dosa kita dan penolakan untuk terbuka terhadap Rahmat Tuhan yang melimpah. 

Renungkan pengakuan dosa anda yang rendah hati dan kesediaan anda untuk bertobat dari dosa itu sehingga anda dapat meniru Tuhan kita dan Bunda-Nya yang Terberkati dalam tindakan ketaatan mereka yang sempurna kepada Kehendak Bapa dalam segala hal.


 

Doa 

Tuhan, bantu aku untuk merendahkan diriku di hadapan Rahmat Ilahi-Mu. Dalam kerendahan hati itu, bantulah aku untuk tidak hanya melihat dosaku, tetapi juga kasih karunia dan Rahmat yang Engkau berikan untuk masuk ke dalam kehidupan rahmat yang mulia yang Engkau panggil aku untuk hidup. Semoga aku mematuhi perintah cinta-Mu yang sempurna dan dipenuhi dengan Rahmat-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.

 

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi