-->

Refleksi 32 : Rahmat Pengampunan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina



Refleksi 32 : Rahmat Pengampunan 

Sepanjang hidup anda akan disakiti oleh dosa orang lain. Ini tidak bisa dihindari. Pertanyaan sebenarnya untuk direnungkan adalah apa yang anda lakukan dengan rasa sakit ini. 

Maukah anda memegangnya dan menyeduhnya?

Atau akankah anda memaafkan? 

Tapi pengampunan saja tidak cukup. Anda harus membiarkan Kerahiman Ilahi begitu memasuki jiwa anda sehingga anda tidak hanya memaafkan, tetapi juga membiarkan Rahmat ini memenuhi hati anda dengan belas kasih. 

Anda harus membiarkan Rahmat Tuhan mengilhami anda untuk mencintai secara mendalam. anda harus datang untuk berdoa bagi mereka yang telah menyakiti anda dan, dengan berbuat demikian, menyalurkan kasih karunia Allah kepada mereka. 

Anda adalah pemberi Rahmat Tuhan ketika anda membiarkan pengampunan mengalir dari hati anda ke hati mereka yang telah menyakiti anda (Lihat Buku Harian#31). 

Buku Harian Santa Faustina 

(31) Sekali peristiwa, aku melihat suatu himpunan besar manusia di dalam kapel kami, di depan kapel dan di jalan sebab di dalam kapel tidak ada cukup ruang bagi mereka. Kapel itu terhias indah untuk suatu pesta. Ada banyak imam di dekat altar, dan juga suster-suster kami serta suster-suster dari banyak Kongregasi lain. 

Mereka semua sedang menantikan orang yang akan mengambil tempat di altar. Tiba-tiba, aku mendengar suara yang mengatakan bahwa akulah yang harus mengambil tempat di altar. Tetapi, begitu aku meninggalkan lorong untuk melintasi halaman dan masuk ke kapel, mengikuti suara yang sedang memanggilku, semua orang mulai melemparkan kepadaku apa saja yang mereka pegang: lumpur, batu, pasir, sapu, sedemikian rupa sehingga mula-mula aku ragu untuk melangkah maju. Tetapi, suara itu terus memanggilku bahkan lebih sungguh-sungguh; maka aku berjalan dengan tegar. 

Ketika aku memasuki kapel, para superior, para suster, dan para siswi, bahkan orang tuaku mulai memukuli aku dengan apa pun yang dapat mereka pegang, dan dengan demikian mau atau tidak, dengan cepat aku mengambil tempat di altar. Segera sesudah aku berada di sana, orang-orang yang sama, para siswa, para suster, para superior, dan orang tuaku, semuanya mulai menadahkan tangan kepadaku sambil memohon rahmat; dan di pihakku, aku tidak memiliki dendam sedikit pun terhadap mereka karena telah melempariku dengan segala macam barang tadi, dan aku kagum karena aku merasakan suatu cinta yang sangat istimewa justru bagi orang-orang yang telah memaksaku untuk lebih cepat pergi ke tempat yang sudah ditentukan bagiku. Pada saat yang sama jiwaku dipenuhi dengan kebahagiaan yang tak terperikan, dan aku mendengar suara ini, 

“Lakukanlah apa pun yang engkau inginkan, dan selaras dengan kehendakmu, bagikanlah rahmat kepada siapa saja yang engkau kehendaki dan kapan saja engkau mau.” 

Kemudian, sekonyong-konyong, penglihatan itu menghilang. (BHSF #31) 

Renungan 

Dengan rendah hati renungkan panggilan anda untuk menjadi penyalur belas kasih Hati Yesus kepada mereka yang telah berdosa terhadap anda. Ini adalah panggilan yang tinggi dan membutuhkan penyerahan dan cinta yang mendalam. Tetapi itu adalah satu-satunya jalan menuju kebebasan dan satu-satunya cara Rahmat Tuhan akan mengisi jiwa anda sendiri. 



Doa 

Tuhan, aku memilih, hari ini, untuk mengampuni semua orang yang bersalah kepadaku. Curahkanlah Rahmat Ilahi kepadaku untuk membanjiri pikiran, hati, nafsu, perasaan, dan setiap bagian jiwaku. Semoga aku menjadi penyalur kasih-Mu yang sempurna dan tak terbatas untuk semua. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi