-->

Refleksi 34 : Kebahagiaan Hanya pada Tuhan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari  bersama  Santa Faustina

 


Refleksi 34 : Kebahagiaan Hanya pada Tuhan 

Begitu sering dalam hidup kita bisa jatuh ke dalam perangkap percaya bahwa kita bahagia dengan hal-hal duniawi dan berlalu. Kita bahkan bisa tertipu dengan berpikir bahwa dosa-dosa kita membahagiakan kita. Dan, dengan cara yang aneh, mereka memang menawarkan semacam kebahagiaan sementara. Tetapi “kebahagian” ini dangkal dan menipu. Ketika kita sampai pada kesadaran mendalam bahwa tidak ada yang lain selain Tuhan yang membahagiakan jiwa kita, kita akan diberkati dan kita akan diarahkan untuk mencari kebahagiaan sejati hanya di dalam Dia. Ini terjadi hanya melalui pengakuan mendalam akan Rahmat-Nya (Lihat BukuHarian #42). 

Buku Harian Santa Faustina 

(42) Pernah, pada Hari Natal, aku merasakan kemahakuasaan dan kehadiran Allah menyelubungi aku. Dan sekali lagi aku melarikan diri dari perjumpaan batin dengan Tuhan. Aku minta izin kepada Muder Superior untuk pergi ke Jozefinek untuk mengunjungi suster-suster di sana. Muder Superior memberi kami izin, dan kami mulai berkemas-kemas langsung sesudah makan siang. Suster-suster yang lain sudah menunggu aku di pintu biara ketika aku berlari ke kamarku untuk mengambil mantolku. Dalam perjalananku kembali ketika aku melewati pintu kapel kecil, aku melihat Yesus berdiri di ambang pintu. Ia berkata kepadaku, 

“Pergilah, tetapi aku mengambil hatimu!” 

Tiba-tiba aku merasa bahwa aku tidak mempunyai hati di dalam dadaku. Tetapi, para suster memperolok-olokku bahwa aku berat hati untuk pergi, sambil berkata bahwa saatnya sudah terlambat, maka aku buru-buru pergi bersama mereka. Tetapi, suatu perasaan tidak nyaman menyelubungi hatiku, dan suatu kerinduan yang aneh menyerang jiwaku meskipun tidak seorang pun tahu apa yang sedang terjadi dalam diriku kecuali Allah. 

Sesudah kami tiba di Jozefinek, baru beberapa menit, aku berkata kepada para suster, 

“Mari kita pulang!” 

Para suster minta sekurang-kurangnya istirahat sejenak, tetapi hatiku tidak tenang. Aku menjelaskan bahwa kami harus kembali sebelum hari gelap; dan karena jarak yang harus kami tempuh agak jauh, serta merta kami berangkat pulang. Ketika Muder Superior berpapasan dengan kami di lorong biara, ia bertanya kepadaku, 

“Apakah suster-suster ini belum berangkat, atau malah sudah kembali?” 

Aku berkata bahwa kami sudah kembali karena aku tidak ingin kembali di petang hari. Aku menanggalkan mantolku dan langsung pergi ke kapel kecil. Begitu aku masuk, Yesus berkata kepadaku, 

“Pergilah ke Muder Superior dan katakan kepadanya bahwa engkau kembali, bukan untuk sampai di rumah sebelum gelap, tetapi karena Aku telah mengambil hatimu.” 

Meskipun hal ini amat sulit bagiku, aku pergi kepada Muder Superior, dan aku mengatakan kepadanya terus terang alasan yang sesungguhnya mengapa aku begitu cepat kembali, dan aku minta maaf dari Tuhan atas segala sesuatu yang telah tidak menyenangkan hati-Nya, maka Yesus memenuhi hatiku dengan sukacita yang besar. Aku mengerti bahwa lepas dari Allah tidak ada kebahagiaan di mana pun. (BHSF $42) 

Renungan 

Apakah anda rindu untuk dibahagiakan oleh Rahmat Tuhan?

Apakah anda mencari Rahmat-Nya setiap hari? 

Renungkan keinginan di dalam hati anda. 

Apa yang kamu rindukan? 

Biarkan kasih karunia Tuhan membebaskan anda dari keterikatan dan keinginan yang tidak sehat dan bodoh hari ini sehingga keinginan anda dapat ditetapkan pada Tuhan dan Tuhan saja.



Doa 

Datanglah padaku, Tuhan, dalam Rahmat-Mu yang melimpah dan bebaskan aku dari keinginan dunia yang berlalu ini. Bantu aku untuk menginginkan Engkau di atas segalanya dan, dalam keinginan itu, diliputi oleh cinta ilahi -Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi