-->

Refleksi 36 : Rahmat Persahabatan Spiritual

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari  bersama  Santa Faustina

 



Refleksi 36 : Rahmat Persahabatan Spiritual 

Terkadang kita mengalami hidup yang sulit. Kehidupan rohani kita mungkin tampak kering atau berlebihan. Dosa-dosa kita mungkin tampak terlalu berat untuk diatasi. Dan hubungan kita dengan Tuhan mungkin tampak terlalu sulit untuk dibina. Namun pengalaman-pengalaman ini semua adalah anugerah yang mengundang kita untuk lebih mencari Tuhan dan Rahmat-Nya. Satu anugerah yang kita terima, saat kita membutuhkannya, adalah persahabatan dan bimbingan yang Tuhan berikan kepada kita melalui orang lain. 

Carilah Yesus dalam diri orang lain. Biarkan Hati-Nya menjangkau anda sendiri pada orang-orang yang Dia tempatkan dalam hidup anda. Tuhan ada di sana, tidak hanya di dalam orang suci, tetapi juga di dalam orang berdosa. Berusahalah untuk menemukan kehadiran Tuhan dalam setiap jiwa (Lihat Buku Harian #53). 

Buku Harian Santa Faustina 

(53) Pernah, aku merasa keletihan karena beragam kesulitan yang menimpa aku berhubung dengan apa yang telah dikatakan Yesus kepadaku dan apa yang Ia tuntut dariku untuk melukis gambar ini. Maka aku menata pikiranku untuk mendekati P. Andrasz sebelum aku mengikrarkan kaul kekal, dan untuk minta kepadanya supaya membebaskan aku dari semua inspirasi batin ini dan dari kewajiban untuk melukis gambar ini. Sesudah mendengarkan pengakuanku, Pater Andrasz memberikan jawaban ini kepadaku, 

“Aku tidak membebaskan Suster dari apa pun; tidaklah tepat bagi Suster untuk menghindar dari aspirasi batin ini, tetapi mutlak perlu - saya tegaskan lagi, mutlak - Suster berbicara dengan bapak pengakuanmu; kalau tidak, suster akan sesat biarpun diberi banyak rahmat ilahi. Untuk sementara Suster datang kepadaku untuk mengaku dosa, tetapi ketahuilah, Suster harus memiliki seorang bapak pengakuan yang tetap; yakni seorang pembimbing rohani.” 

Karena kata-kata itu, aku menjadi sangat gelisah. Aku pikir aku akan dibebaskan dari segala sesuatu, dan yang terjadi justru sebaliknya suatu perintah jelas untuk mengikuti perintah Yesus. Dan sekarang masih ada siksaan lain karena aku tidak memiliki seorang bapak pengakuan yang tetap. Meskipun aku pergi kepada bapak pengakuan yang sama untuk suatu masa tertentu, aku tidak dapat membuka jiwaku kepadanya dalam kaitan dengan semua rahmat ini, dan ini menimbulkan rasa sakit yang tak terperikan dalam diriku. Maka aku minta kepada Yesus untuk memberikan rahmat ini kepada orang lain sebab aku tidak tahu bagaimana menggunakannya dan hanya menyia-nyiakannya. 

“Yesus, kasihanilah aku; janganlah mempercayakan hal-hal yang sedemikian besar kepadaku karena Engkau tahu bahwa aku ini hanyalah sebutir debu.” 

Tetapi, kebaikan Yesus itu tidak terbatas; Ia telah menjanjikan kepadaku pertolongan yang kasat mata di bumi ini, dan tidak lama kemudian aku menerimanya di Vilnius, dalam diri Pastor Sopocko. Aku sudah mengenal dia sebelum aku datang ke Vilnius, dalam suatu penglihatan batin. Puji Tuhan! Suatu hari, aku melihat dia di kapel kami, di antara altar dan ruang pengakuan, dan tiba-tiba aku mendengar suara dalam jiwaku yang berkata, 

“Inilah bantuan kasat mata bagimu di bumi ini. Ia akan membantu engkau melaksanakan kehendak-Ku di bumi ini.” (BHSF #53) 

Renungan 

Renungkan, hari ini, orang-orang yang telah Tuhan tempatkan dalam hidup anda. Mulailah dengan keluarga tetapi pikirkan juga tentang setiap orang yang anda temui. Beberapa mungkin ditemui hanya sekali, yang lain setiap hari. Ketahuilah bahwa Tuhan bersemayam di dalam masing-masing dan setiap dari mereka. 

Apakah anda berusaha untuk bertemu Tuhan dalam diri setiap orang?

Cobalah untuk melihat melampaui permukaan dan menemukan berdiamnya Tuhan di dalamnya. Ketika anda melihat Dia, anda akan menemukan lebih banyak sukacita di setiap orang yang anda temui.


 

Doa 

Tuhan, Engkau berjanji untuk datang kepada kami masing-masing dan tinggal di dalam kami. Bantu aku untuk terus mencari hadirat ilahi-Mu di setiap orang yang kutemui. Bantu aku untuk menemukan Engkau dalam keluarga dan teman-teman ku, di tempat kerja atau di dalam komunitas. Bantu aku untuk melihat-Mu dalam diri orang asing yang kutemui secara sepintas dan dalam setiap jiwa di sekitarku. Saat aku menemukan Engkau, bantu aku untuk mencintai-Mu di dalamnya. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi