Refleksi Harian Tentang
Kerahiman Ilahi
365 Hari bersama Santa Faustina
Refleksi 56 : Kabar Baik Hari Ini
Dunia sekuler dipenuhi dengan berita buruk. Surat kabar, acara bincang-bincang, dan bentuk media lainnya berkembang pesat dengan peristiwa tragis yang sensasional dan dibesar-besarkan untuk menarik perhatian kita. Dan kita, pada bagian kita, sering ingin berbagi gosip atau kritik terbaru.
Tapi bagaimana dengan kabar baiknya?
Bagaimana dengan kabar Rahmat Tuhan yang melimpah?
Seberapa sering anda terpesona oleh pesan ini dan seberapa sering anda berusaha memberi tahu dunia tentang Rahmat Tuhan? (Lihat Buku Harian #164)
Buku Harian Santa Faustina
(164) Warsawa 1933
Probasi Sebelum Kaul Kekal:
Ketika aku tahu bahwa aku harus pergi untuk menjalani masa probasi, hatiku berdetak dengan sukacita karena membayangkan rahmat yang sedemikian besar, yakni kaul-kaul kekal. Aku pergi ke hadapan Sakramen Mahakudus; dan ketika aku tenggelam dalam doa syukur, aku mendengar suara ini dalam jiwaku,
“Anak-Ku, engkau adalah kesukaan-Ku, engkau adalah penghibur Hati-Ku. Aku memberikan kepadamu rahmat sebanyak yang dapat engkau rengkuh. Kalau engkau ingin membuat-Ku bahagia, sering berbicaralah kepada dunia mengenai kerahiman-Ku yang besar dan tak terselami.” (BHSF #164)
Renungan
Renungkan apa yang paling ingin anda
bagikan dengan orang lain setiap hari. Pikirkan tentang sukacita yang anda
terima ketika anda berbicara tentang kebaikan dan Rahmat Tuhan. Carilah
kesempatan, hari ini, untuk berbagi sukacita tentang betapa hebatnya Tuhan.
Carilah cara bahwa keindahan dan kebaikan Tuhan telah terbukti minggu ini dan
berbicara tentang pekerjaan-Nya kepada orang-orang yang Tuhan tempatkan di jalan
anda.
Tuhan, bantu aku untuk berbalik dari sensasionalisme dan negativitas dunia sekuler. Bantulah aku, sebaliknya, untuk mengalihkan pandanganku kepada-Mu dan kemuliaan-Mu. Beri aku keberanian, kebijaksanaan, dan cinta sehingga aku dapat berbicara tentang-Mu dengan bebas dan gembira. Tuhan, Engkau adalah Kabar Baik yang harus dibagikan di mana-mana. Bantu aku untuk menjadi instrumen yang bersedia. Yesus, Engkau andalanku.
Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)
Refleksi Harian Kerahiman Ilahi

