Refleksi Harian Tentang
Kerahiman Ilahi
365 Hari bersama Santa Faustina
Refleksi 57 : Api Dalam Jiwamu
Apakah mungkin untuk mengetahui bahwa seseorang memiliki kehidupan doa yang dalam?
Meskipun ini adalah "kedalaman" dan merupakan realitas spiritual, apakah mungkin untuk merasakan ini secara eksternal?
Pastinya begitu. Faktanya, semakin dalam kehidupan doa seseorang, semakin bersinar kehidupan batin ini untuk dilihat orang lain (Lihat Buku Harian #172).
Buku Harian Santa Faustina
(172) Imam yang memimpin retret datang dari Amerika. Ia datang ke Polandia hanya waktu yang singkat, dan sangat kebetulan bahwa ia memimpin retret kami. Suatu kehidupan batin yang mendalam terpancar dari orang ini. Penampilannya memberikan kesaksian tentang kebesaran jiwanya. Mati raga dan konsentrasi merupakan ciri khas imam ini. Tetapi kendati keutamaan-keutamaan yang begitu besar, aku mengalami banyak kesulitan dalam mengungkapkan jiwaku kepadanya dalam kaitan dengan rahmat yang kuterima; sejauh menyangkut dosa-dosa, selalu mudah untuk melakukannya, tetapi dalam kaitannya dengan rahmat, aku harus berusaha mati-matian, dan meskipun demikian akhirnya aku tidak mengatakan banyak. (BHSF #172)
Renungan
Bagaimana dengan anda?
Apa yang terpancar dari jiwamu?
Ketika orang melihat anda, apa yang mereka rasakan?
Tentu saja persepsi kita tentang orang terkadang bisa salah, tetapi ketika Tuhan hidup dalam kelimpahan, mereka yang memiliki mata untuk melihat akan melihat. Mereka yang haus akan Tuhan akan merasakan kehadiran-Nya dalam hidup anda dan diberi makan oleh-Nya melalui anda.
Renungkan betapa bersinarnya kehidupan batin anda. Dan renungkan apakah nyala api yang membara di dalam jiwa bersinar untuk dilihat orang lain atau tidak. Dan jika tidak menyala terang dan intens, hari ini adalah hari yang baik untuk menyalakan api itu di dalam jiwa.
Doa
Tuhan, aku mengundang-Mu untuk datang hidup dalam jiwaku. Aku mengundang Engkau untuk mengipasi nyala api iman yang kumiliki. Semoga cinta dan Rahmat-Mu menjadi api yang menyala-nyala dalam diriku sehingga aku dapat dimakan oleh-Mu dan agar orang lain dapat merasakan cinta-Mu melalui diriku. Yesus, Engkau andalanku.
Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)
Refleksi Harian Kerahiman Ilahi

