-->

Refleksi 58 : Pemurnian Dosa

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 58 : Pemurnian Dosa 

Dosa adalah topik yang banyak dihindari. Kami tidak suka memikirkan dosa-dosa kami. Kami tidak suka mengakuinya, dan kami sering merasionalisasi mereka seolah-olah kami tidak memilikinya. 

Kita dapat dengan mudah mencari alasan untuk “dosa” ini atau itu. Tapi di sini ada perspektif lain tentang dosa. Kita harus melihat dosa kita, tidak peduli seberapa besar atau kecilnya, sebagai ranting kecil. Dan kemudian kita akan melihat api yang besar dan menyala-nyala. 

Jika anda membuang ranting itu ke dalam api, ranting itu akan segera habis. Ranting adalah dosa kita dan Rahmat Tuhan begitu kuat sehingga dapat dengan mudah dan cepat memakannya. Kita hanya perlu mau mengakui dosa-dosa kita dan melemparkannya ke dalam api Rahmat Ilahi yang menyala-nyala itu (Lihat Buku Harian #178). 

Buku Harian Santa Faustina 

(178) Hari ini, kami memulai probasi yang ketiga. Kami bertiga bertemu di kamar Muder Malgorzata, sedangkan suster-suster yang lain menjalani probasi mereka di novisiat. Muder Malgorzata membuka pertemuan dengan suatu doa dan menjelaskan kepada kami rangkaian acara yang ada dalam probasi ketiga, dan kemudian berbicara mengenai betapa besarnya rahmat kaul kekal. Tiba-tiba, aku mulai menangis keras. Serta merta segala rahmat Allah tampak di hadapan mata jiwaku, dan aku melihat diriku sedemikian malang dan tak tahu terima cinta terhadap Allah. Para suster mulai menegur aku dengan berkata, 

“Mengapa ia tiba-tiba begitu menangis?" 

Tetapi, Muder Malgorzata membela aku dengan berkata bahwa ia tidak heran. 

Pada akhir acara, aku pergi ke hadapan Sakramen Mahakudus dan, seperti orang yang paling malang dan menyedihkan, aku memohon kerahiman-Nya agar Ia berkenan menyembuhkan dan memurnikan jiwaku yang papa. Saat itulah aku mendengar suara ini, 

“Putri-Ku, semua kepapaanmu sudah hangus dalam nyala cinta-Ku, ibarat satu tunas kecil yang sudah hangus dalam api yang berkobar-kobar. Dengan merendahkan dirimu dengan cara ini, engkau menarik seluruh samudra kerahiman-Ku kepada dirimu sendiri dan kepada jiwa-jiwa lain.” 

Aku menjawab, 

“Yesus, bentuklah hatiku yang papa ini seturut kesukaan ilahi-Mu.” (BHSF #178)

Renungan 

Bisakah anda mengakui dosa anda?

Apakah anda melihat dosa anda?

Tidak ada alasan, hanya kejujuran. 

Dan apakah anda bersedia untuk mengakui dosa-dosa anda, semuanya, dalam api sakramental Rekonsiliasi? 

Jika anda sadar akan kuasa Kerahiman Ilahi Tuhan dan kesediaan-Nya untuk menghapus dosa anda, maka anda tidak akan takut untuk mengakuinya dengan jujur ​​dan membiarkan-Nya memakannya. Cobalah untuk memeriksa hati nurani anda hari ini dan hadapi apa yang anda butuhkan untuk membiarkan Tuhan membakar habis dosa anda.


 

Doa 

Tuhan, Rahmat Ilahi-Mu tidak terbatas dan paling kuat. Itu adalah nyala api cinta yang membara. Tolong aku untuk cukup percaya kepada-Mu untuk menghadapi dosaku dengan jujur ​​dan melemparkannya ke dalam api Sakramen Tobat. Semoga aku percaya pada Sakramen yang mulia ini dan, dengan demikian, semoga aku percaya kepada-Mu. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi