-->

Refleksi 60 : Menghadapi Kekeringan Spiritual

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari  bersama  Santa Faustina

 


Refleksi 60 : Menghadapi Kekeringan Spiritual 


Apakah jiwa anda kadang-kadang merasa seperti sedang mengalami kekeringan rohani? 

Apakah anda berharap dapat memperoleh penghiburan rohani yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari anda? 

Ini adalah perjuangan bersama dan tidak perlu kita khawatirkan. Tujuan utama kehidupan rohani kita adalah melakukan Kehendak Tuhan. Sering kali, kekeringan spiritual tertentu justru membantu kita menghayati Kehendak Tuhan lebih dari penghiburan spiritual yang kuat dan emosional. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan akan memberikannya ketika kita membutuhkannya (Lihat BukuHarian #195). 

Buku Harian Santa Faustina 

(195) O Yesus, hari ini jiwaku seolah-olah menjadi gelap gulita karena penderitaan. Tidak ada satu berkas sinar pun. Badai sedang menerpa, dan Yesus sedang tidur. 

O Guruku, aku tidak ingin membangunkan Engkau; aku tidak akan mengganggu tidur-Mu yang nyenyak. Aku percaya bahwa tanpa kuketahui, Engkau menguatkan aku. 

O Roti Hidup, selama jam-jam yang panjang aku menyembah Engkau di tengah kegersangan berat yang menimpa jiwaku. 

O Yesus, Kasih yang murni, aku tidak membutuhkan penghiburan; oleh kehendak-Mu, aku disegarkan, 

O Yang Mahakuasa! Kehendak-Mua adalah tujuan hidupku. Aku merasakan bahwa seluruh dunia melayani aku dan bergantung kepadaku. Engkau, Tuhan, memahami jiwaku dengan segala aspirasinya. 

Yesus, apabila aku sendiri tidak dapat melambungkan madah cinta bagi-Mu, aku mengagumi nyanyian para Serafim, yang sedemikian Kaucintai. Aku inigin membenamkan diriku sendiri di dalam Dikau seperti mereka. Kasih yang demikian tak dapat dibendung sebab tiada kekuatan yang berkuasa atasnya. Ia ibarat halilintar yang memecahkan kegelapan, tetapi tidak tinggal di dalam kegelapan itu. 

O Guruku, bentuklah jiwaku menurut kehendak-Mu dan menurut rancangan-rancangan abadi-Mu. 

Renungan 

Pertimbangkan, hari ini, bagaimana perasaan anda di dalam. Seperti apa kehidupan rohani anda hari ini? 

Sekarang singkirkan pikiran itu dan sadari bahwa hanya ada satu hal yang pada akhirnya penting: melakukan Kehendak Tuhan, bukan merasakan Kehendak Tuhan. "Melakukan" harus menjadi makanan dan kekuatan kita. Bandingkan perasaan anda dengan apa yang anda lakukan hari ini dan mintalah kasih karunia kepada Tuhan kita untuk menghidupi Kehendak-Nya.

 


Doa 

Tuhan, aku berkomitmen kembali pada Kehendak-Mu yang paling suci hari ini. Aku berkomitmen untuk melakukan apa yang Engkau perintahkan. Semoga aku melihat semua perintah-Mu sebagai perintah cinta. Semoga pelukanku terhadap perintah-perintah ini membawa kekuatan dan kedamaian bagi jiwaku, terutama selama masa-masa kekeringan rohani. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi