-->

Refleksi 66 : Keadilan Melalui Belas Kasih

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 66 : Keadilan Melalui Belas Kasih 

Beberapa orang, hari demi hari, mengalami kekerasan dan kekejaman orang lain. Ini cukup menyakitkan. Akibatnya, dapat timbul keinginan yang kuat untuk keadilan sehingga orang yang menyebabkan rasa sakit dapat dimintai pertanggungjawaban. 

Tetapi pertanyaan sebenarnya adalah ini: 

Tuhan memanggil aku untuk melakukan apa?

Bagaimana aku akan bereaksi?

Haruskah aku menjadi alat murka dan keadilan Tuhan?

Atau haruskah aku menjadi alat Rahmat? 

Jawabannya adalah keduanya. 

Kuncinya adalah memahami bahwa keadilan Tuhan dalam hidup ini dilaksanakan melalui Rahmat-Nya dan melalui Rahmat yang kita tunjukkan kepada orang-orang yang menyakiti kita. Untuk saat ini, menerima anak panah orang lain dalam kebajikan adalah jalan menuju keadilan Tuhan. Kita tumbuh dalam kesabaran dan kekuatan karakter saat kita hidup dengan cara yang bajik ini. 

Pada akhirnya, di akhir zaman, Tuhan akan memperbaiki setiap kesalahan dan semuanya akan terungkap. Tapi, untuk saat ini, misi kita adalah membawa keadilan Tuhan dengan menawarkan Rahmat-Nya yang tak terbatas dan terus-menerus (Lihat Buku Harian #236). 

Buku Harian Santa Faustina 

(236) Oh, betapa menyesatkan semua penampilan lahiriah, dan betapa tidak adillah semua penghakiman. 

Oh, betapa tidak adillah semua penghakiman. 

Oh, betapa seringnya keutamaan menderita hanya karena ia tetap tinggal diam. Untuk bersikap tulus terhadap mereka yang tak henti-hentinya menyakiti hati kita dituntut banyak penyangkalan diri. Orang mengeluarkan darah, tetapi tidak ada luka-luka yang kasat mata. 

O Yesus, baru pada hari terakhirlah banyak hal ini akan diketahui. Betapa menyenangkan - tidak ada usaha kita yang akan sia-sia! (BHSF #236) 

Renungan 

Renungkan setiap luka yang mungkin anda terima dari orang lain. Renungkan kata-kata atau tindakan apa pun yang telah menyengat hati anda. Cobalah untuk menerima mereka dalam diam dan menyerah. Cobalah untuk menyatukan mereka dengan penderitaan Kristus dan ketahuilah bahwa tindakan kerendahan hati dan kesabaran di pihak anda ini akan menghasilkan keadilan Allah pada waktu-Nya dan dengan cara-Nya.

 


Doa 

Tuhan, bantu aku untuk memaafkan. Bantu aku untuk menawarkan Rahmat dalam menghadapi setiap kesalahan yang aku temui. Semoga Rahmat yang Engkau tempatkan di hatiku menjadi sumber keadilan ilahi-Mu sendiri. Aku mempercayakan kepada-Mu semua yang tidak dapat kupahami dalam hidup ini dan tahu bahwa, pada akhirnya, Engkau akan membuat segala sesuatu menjadi baru dalam terang-Mu. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi