-->

Refleksi 67 : Mawar Cinta Tersembunyi

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 67 : Mawar Cinta Tersembunyi 

Beberapa tindakan cinta dimaksudkan untuk dibagikan hanya di antara kekasih. Tindakan keintiman tertinggi dan pemberian diri adalah hadiah cinta yang berharga yang dibagikan dalam kerahasiaan hubungan cinta. 

Demikian juga dengan cinta kita kepada Tuhan. Kita harus secara teratur mencari cara untuk mengungkapkan kasih kita yang paling dalam kepada Tuhan dengan cara yang hanya diketahui oleh-Nya. Sebagai imbalannya, Tuhan akan melimpahkan rahmat yang penuh belas kasihan kepada kita, secara batiniah, yang hanya diketahui oleh kita sendiri. 

Pertukaran cinta yang saling menguntungkan ini secara kuat mengubah jiwa dan sumber kesenangan terbesar (Lihat Buku Harian #239). 

Buku Harian Santa Faustina 

(239) Doa selama misa pada hari kaul kekal. 

Hari ini aku menempatkan hatiku pada patena di mana Hati-Mu, o Yesus, ditempatkan; hari ini, aku mempersembahkan diriku bersama Engkau kepada Allah, Bapa-Mu dan Bapaku, sebagai kurban cinta dan pujian. Bapak kerahiman, pandanglah kurban hatiku, tetapi lewat luka yang ada dalam Hati Yesus. 

1 Mei 1933. Hari Pertama 

Kesatuan dengan Yesus pada hari kaul kekal. Yesus, mulai sekarang Hati-Mu adalah milikku dan hatiku seluruhnya adalah milik-Mu. Memikirkan nama-Mu saja, ya Yesus, sudah merupakan kesukaan hatiku. Aku sungguh tidak akan dapat hidup tanpa Engkau, ya Yesus, meski sesaat pun. Hari ini, jiwaku telah lenyap di dalam diri-Mu, satu-satunya hartaku. Cintaku tidak memiliki hambatan dalam memberikan bukti cinta kepada Kekasihnya. 

Kata-kata Yesus sewaktu aku mengikrarkan kaul kekal: 

“Mempelai-Ku, hati kita berpadu untuk selama-lamanya. Ingatlah kepada Siapa engkau mengikrarkan kaul...” 

tidak semuanya dapat diungkapkan dengan kata-kata. 

Permohonanku sewaktu kami telungkup meniarap dengan diselubungi palla (sehelai kain hitam lebar dengan salib putih ditengahnya yang dipakai dalam upacara misa untuk orang yang meninggal dunia). Aku minta kepada Tuhan agar memberi aku rahmat untuk tidak pernah secara sadar dan sengaja melukai Hati-Nya bahkan dalam dosa dan ketidaksempurnaan yang paling kecil sekalipun. 

Yesus, aku percaya kepada-Mu! Yesus, aku mencintai Engkau dengan segenap hatiku! Setiap kali menghadapi saat-saat yang amat sulit, Engkaulah Ibuku. 

Demi cinta akan Dikau, o Yesus, hari ini aku mematikan diriku sepenuhnya dan mulai hidup demi semakin besarnya kemudliaan nama kudus-Mu. 

Cinta, demi cinta akan Dikau, o Tritunggal yang mahakudus, aku mempersembahkan diriku kepada-Mu sebagai suatu kurban pujian, sebagai kurban penyerahan diri secara total. Dan lewat pengurbanan diri ini, aku ingin mengagungkan Nama-Mu, o Tuhan. Aku menempatkan diriku ibarat kuncup mawar pada kaki-Mu, o Tuhan, dan semoga aroma bunga ini hanya tercium oleh Engkau sendiri. (BHSF #239) 

Renungan 

Renungkan, hari ini, tentang keintiman hubungan anda dengan Tuhan kita yang penuh belas kasihan. 

Apakah anda sangat senang menghujani Dia dengan cinta anda?

Apakah anda melakukannya, secara teratur, dalam kerahasiaan hati anda. Dan apakah anda membuka diri anda pada banyak cara yang Tuhan berikan kepada anda?

 


Doa 

Tuhan, semoga tindakan cinta batinku kepada-Mu seperti mawar yang kutempatkan di hadapan Hati Ilahi-Mu. Semoga aku senang mempersembahkan cintaku kepada-Mu dan semoga aku selalu bersukacita dalam cara-cara rahasia dan mendalam bahwa Engkau melimpahkan cinta-Mu kepadaku. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi