Refleksi Harian Tentang
Kerahiman Ilahi
365 Hari bersama Santa Faustina
Refleksi 70 : Mengenali Kristus yang Menderita
Pada akhirnya, kita akan mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan dalam kemuliaan dan keagungan dan ini akan menjadi kesenangan kita untuk selama-lamanya. Namun, sementara kita adalah peziarah dalam kehidupan duniawi ini, penderitaan Kristus harus mendominasi pikiran dan kasih sayang kita. Mengapa? Karena itu mengungkapkan kedekatan Yesus kepada kita dalam kelemahan dan rasa sakit kita sendiri. Melihat luka-luka-Nya membuat kita membuka luka kita sendiri dengan percaya diri. Dan melihat kehancuran kita sendiri dalam kebenaran dan kejelasan membantu kita mencintai Tuhan kita lebih dalam. Dia masuk ke dalam penderitaan melalui Salib-Nya. Dia ingin secara pribadi memasuki penderitaan anda saat anda menatap luka-luka-Nya (Lihat Buku Harian #252).
Buku Harian Santa Faustina
(252) Inilah hari keempat sesudah kaul kekalku. Aku mencoba melaksanakan suatu Jam Kudus. Hari ini adalah Kamis pertama dalam bulan. Begitu aku masuk ke dalam kapel, kehdairan Allah menyelimuti aku. Aku sungguh sadar bahwa Tuhan berada di dekatku. Sesudah beberapa saat, aku melihat Tuhan, penuh dengan luka; dan Ia berkata kepadaku,
“Pandanglah Dia yang sudah menjadi Mempelaimu.”
Aku tahu arti kata-kata ini dan aku menjawab kepada Tuhan,
“Yesus, aku semakin mencintai Engkau apabila aku melihat Engkau terluka dan tertindih dengan penderitaan seperti ini daripada kalau aku melihat Engkau dalam keagungan-Mu.”
Yesus berkata,
“Mengapa?”
Aku menjawab,
“Keagungan membuat aku takut, dan aku yang sama sekali tidak ada artinya, dan luka-luka-Mu menarikku masuk ke dalam Hati-Mu dan menuturkan kepadaku cinta-Mu yang begitu besar kepadaku.”
Sesudah percakapan ini terjadilah keheningan. Aku menatap luka-luka-Nya yang kudus dan merasa bahagia menderita bersama-Nya. Aku menderita, tetapi aku tidak menderita sebab aku merasa bahagia mengetahui dalamnya cinta Yesus, dan saat itu terasa hanya seperti satu menit. (BHSF #252)
Renungan
Lihatlah luka-luka Yesus hari ini.
Cobalah untuk mengingat penderitaan-Nya sepanjang hari. Penderitaannya menjadi
jembatan bagi kita. Sebuah jembatan yang memungkinkan kita untuk memasuki Hati
ilahi-Nya yang dicintai sampai tetes darah terakhir.
Doa
Tuhan, aku menatap-Mu hari ini. Kupandangi setiap luka dan cambuk yang Engkau tanggung. Bantu aku untuk mendekat kepada-Mu dalam kesakitan-Mu dan bantu aku untuk mengizinkan-Mu mengubah penderitaanku sendiri menjadi alat penyatuan ilahi. Yesus, Engkau andalanku.
Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)
Refleksi Harian Kerahiman Ilahi

