-->

Refleksi 81 : Kekuatan dan Rahmat

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 81 : Kekuatan dan Rahmat

Bayangkan seorang diktator sebuah negara yang memiliki kekuasaan mutlak dan juga seorang yang sangat pemarah, jahat dan pendendam. Ini bukan seseorang yang ingin anda marahi. Sekarang bayangkan sebaliknya. Bayangkan seseorang yang memiliki kekuatan mutlak dan juga diberkahi dengan hati Rahmat yang murni. Ini adalah Tuhan kita. Dan selain Tuhan kita yang memiliki kualitas-kualitas ini, Dia meneruskannya kepada Ibu-Nya. Dia adalah Ratu dan menjalankan kekuasaannya dengan otoritas yang besar. Tapi itu adalah otoritas yang diekspresikan dalam Rahmat yang sempurna. Kita harus selalu percaya pada kuasa Tuhan yang diwujudkan melalui perantaraan Bunda Belas Kasih kita (Lihat Buku Harian #330). 

Buku Harian Santa Faustina 

(330) Pernah, bapak pengakuan meminta aku agar berdoa untuk intensinya, dan aku memulai suatu novena kepada Bunda Allah. Novena ini meliputi doa Salam, Ratu Surga, yang didaras sembilan kali. Menjelang akhir novena itu aku melihat Bunda Allah dengan Bayi Yesus di pelukannya, dan aku juga melihat bapak pengakuanku berlutut dekat kakinya dan berbicara dengan dia. Aku tidak mendengar apa yang ia bicarakan dengan dia sebab aku sibuk berbicara dengan Bayi Yesus, yang turun dari pelukan ibu-Nya dan mendekatiku. Aku tidak dapat berhenti mengagumi ketampanan-Nya. Aku mendengar beberapa kata yang diucapkan Bunda Allah kepadanya [yakni, bapak pengakuanku] tetapi tidak semuanya. Kata-kata itu adalah, 

“Aku bukan hanya Ratu Surga, tetapi juga Bunda Berbelas Kasih dan Bundamu.” 

Dan pada saat itu ia mengulurkan tangan kanannya sambil membentangkan mantolnya, dan ia menyelubungi imam itu dengannya. Pada saat itu, penglihatan itu pun lenyap. 

Renungan 

Renungkan apa yang untuknya anda membutuhkan Rahmat. Bisa jadi itu dosa, atau bisa juga salib berat yang tampaknya terlalu berat untuk dipikul. Bisa jadi itu adalah kebutuhan untuk memaafkan dan melakukan amal terhadap seseorang yang telah melukai anda. Apapun itu, beralihlah ke Bunda Maria yang Terberkati, Bunda Belas Kasih, dan percayakan kebutuhan anda pada hatinya yang mulia. Dengan otoritas yang dipercayakan kepadanya oleh Tuhan, limpahan kasih karunia akan diberikan kepada anda dalam kebutuhan anda.

 


Doa 

Ibu tersayang, Bunda Mahakuasa, Engkau telah dipercayakan dengan rahmat Surga. Sebagai Ratu, Putra Ilahi Mu telah memberi Engkau hak istimewa yang mulia untuk menyalurkan Rahmat-Nya. Aku mohon, Bunda terkasih, untuk melimpahkan rahmat itu agar kami, anak-anakmu, mengetahui Rahmat dan kebaikan Tuhan. Bunda Maria, doakanlah kami. Yesus, Engkau andalanku. 


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi