-->

Refleksi 83 : Berdoalah Selalu

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 83 : Berdoalah Selalu 

Berdoa "selalu" mungkin tampak seperti tugas yang mustahil. 

Apakah benar-benar mungkin untuk melakukannya?

Apakah Tuhan bahkan mengharapkan ini dari kita? 

Itu pasti dan Dia pasti melakukannya. Tidak, kita tidak akan dipanggil untuk menghabiskan sepanjang hari, setiap hari, di gereja dalam doa. Bahkan mereka yang dipanggil ke kehidupan biara terpencil tidak melakukan hal itu.

Tapi berdoa selalu adalah suatu keharusan. Ini berarti bahwa kita telah mengembangkan kebiasaan kedekatan dengan Tuhan sehingga hati kita selalu bersama-Nya. Kita selalu memperhatikan hadirat-Nya dan selalu bersekutu dengan kasih karunia-Nya. Jika kita membentuk cinta batin ini kepada Tuhan, kita akan selalu berdoa (Lihat Buku Harian #346). 

Buku Harian Santa Faustina 

(346) 24 Desember 1934. Malam natal. 

Dalam misa pagi, aku merasa sangat dekat dengan Allah. Meskipun aku hampir tidak menyadarinya, rohku terbenam dalam Allah. Tiba-tiba, aku mendengar suara ini, 

“Engkau adalah tempat kediaman-Ku yang menyenangkan; Roh-Ku beristirahat dalam diri-Mu.” 

Sesudah mendengar suara itu, aku merasa Tuhan menatap ke dalam lubuk hatiku; sambil melihat kepapaanku, aku merendahkan diriku dalam roh dan mengagumi kerahiman Allah yang luar biasa, yakni bahwa Tuhan yang mahatinggi berkenan menghampiri aku yang sedemikian papa. 

Pada waktu komuni kudus, sukacita memenuhi jiwaku. Aku merasa bahwa aku dipersatukan secara erat dengan ke-Allah-an. Kemahakuasaan-Nya meliputi seluruh keberadaanku. Sepanjang hari ini, aku merasakan kedekatan dengan Allah secara istimewa; pada hari ini, tugas-tugasku sepanjang hari ini sedemikian banyak sehingga aku tidak dapat pergi ke kapel barang sejenak pun; meskipun demikian, tidak sesaatpun aku tidak bersatu dengan Allah. Aku merasakan Dia ada di dalam diriku lebih jelas daripada kapan pun sebelumnya. Sambil tanpa henti memberi salam kepada Bunda Allah dan masuk ke dalam rohnya, aku meohon kepadanya untuk mengajar kepadaku cinta sejati kepada Allah. Dan kemudian aku mendengar suara ini, 

“Malam ini, dalam misa kudus, Aku akan membagikan kepadamu rahasia kebahagiaan-Ku.” 

Kami makan malam sebelum pukul enam. Kendati semua sukacita dan kegaduhan lahiriah yang menyertai acara pembagian oplatek dan saling bertukar harapan, tidak sedetik pun aku kehilangan kesadaran akan kehadiran Allah. Sesudah makan malam, kami bergegas menyelesaikan pekerjaan, dan pada pukul sembilan aku dapat pergi ke kapel untuk adorasi. Aku diizinkan untuk tetap terjaga dan menantikan misa malam. Aku sangat senang memiliki waktu luang dari pukul sembilan sampai tengah malam. Mulai pukul sembilan sampai pukul sepuluh, aku mempersembahkan adorasiku untuk orang tua dan seluruh keluargaku. Dari pukul sepuluh sampai pukul sebelas, aku mempersembahkannya untuk ujud pembimbing rohaniku, pertama-tama bersyukur kepada Allah karena sudah memberi aku pertolongan yang besar dan nyata di bumi ini, sebagaimana telah Ia janjikan kepadaku; di samping itu, aku mohon kepada Allah untuk memberinya terang yang ia perlukan sehingga ia dapat mengenal jiwaku dan membimbing aku sesuai dengan perkenan Allah yang baik. Dan, dari pukul sebelas sampai pukul dua belas, aku berdoa untuk Gereja Kudus dan para klerus, untuk para pendosa, untuk karya misi dan untuk rumah-rumah Kongregasi kami. Aku memohon indulgensi untuk jiwa-jiwa di Purgatorium. (BHSF #346)

Renungan 

Pikirkan tentang hari anda. 

Apa yang paling sering mengisi pikiran dani hati anda? 

Apakah anda menghabiskan waktu yang berlebihan untuk melamun tentang hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan Tuhan kita dan rencana yang Dia miliki untuk anda? 

Berusahalah untuk membangun kebiasaan berdoa. Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati di berbagai momen dalam sehari dengan memberikan doa perhatian penuh anda. Dan kemudian, sepanjang hari, cobalah untuk membiarkan momen-momen doa itu menopang anda dan tetap bersama anda, membawa anda di sepanjang semua yang anda lakukan. 



Doa 

Tuhan, bantu aku untuk tahu bagaimana berdoa. Tanamkan dalam diriku kebiasaan berdoa yang mendalam. Bantu aku untuk secara teratur mengambil momen, setiap hari, ketika semua yang kulakukan adalah fokus pada-Mu, mencari-Mu. Dan bantulah aku untuk membawa momen-momen itu ke dalam segala hal yang kulakukan sehingga pikiran dan hatiku dapat selalu berada dalam persekutuan dengan-Mu. Tuhanku, aku mencintai-Mu, bantu aku untuk lebih mencintai-Mu. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi