Refleksi Harian Tentang
Kerahiman Ilahi
365 Hari bersama Santa Faustina
Refleksi 191: Jiwa yang Banyak Bicara
Bahaya nyata bagi kehidupan batin persekutuan dengan Tuhan adalah kebutuhan yang berlebihan untuk berbicara. Tidak, berbicara bukanlah dosa dan berkali-kali adalah tindakan belas kasihan terhadap orang lain. Namun ada kalanya terlalu banyak bicara menjadi penghalang bagi Rahmat Tuhan.
Berbicara, dalam dirinya sendiri, bukanlah baik atau jahat. Tujuannya adalah untuk membentuk kata-kata kita sesuai dengan Pikiran dan Kehendak Tuhan. Kita harus melihat kata-kata yang kita ucapkan sebagai alat suci untuk membawa Kebenaran dan untuk mewujudkan kasih Tuhan. Kata-kata yang berlebihan, atau kata-kata yang tidak mengalir dari kasih kita kepada Tuhan atau orang lain, mungkin dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada yang kita sadari. Oleh karena itu, sucikan percakapan atau bicara anda kepada Tuhan dan berusahalah untuk membiarkan Dia berbicara melalui anda seperti yang Dia kehendaki, kapan Dia mau dan sejauh yang Dia kehendaki (Lihat Buku Harian #1008).
Buku Harian Santa Faustina
(1008) 1 Maret 1937. Tuhan membuat aku mengerti betapa Ia tidak senang terhadap jiwa yang banyak bicara.
“Dalam jiwa seperti itu, Aku tidak menemukan istirahat. Omongan yang tanpa henti melelahkan Aku, dan di tengah omongan itu jiwa tidak dapat mencermati suara-Ku.” (BHSF #1008)
Apakah anda banyak bicara?
Apakah anda berbicara terlalu sedikit?
Ini bukan tentang berapa banyak kata yang kita ucapkan, ini tentang mengucapkan kata yang tepat pada waktu yang tepat dengan cara yang benar. Kata-kata kita dapat menyebabkan banyak orang terluka, tetapi juga dapat membawa balsem kesembuhan dari Kerahiman Tuhan. Renungkan percakapan yang anda lakukan selama seminggu terakhir ini.
Apakah mereka menyenangkan Tuhan?
Apakah mereka memuliakan Tuhan dan membangun diri sendiri dan orang lain?
Renungkan juga, cara-cara apa pun yang anda lalaikan untuk mengatakan apa yang Tuhan ingin anda katakan. Kelalaian keheningan ini juga bisa menjadi penyebab luka dan bisa menjadi alasan hilangnya Rahmat di dunia kita. Berikan bicara atau percakapan anda kepada Tuhan dan biarkan Dia menyatakan diri-Nya melalui anda.
Doa
Tuhan, aku mencintaimu dan aku mempersembahkan cintaku kepada-Mu, hari ini, melalui pengudusan kata-kataku kepada-Mu. Engkau adalah Firman Kekal yang diucapkan dari Bapa. Engkau adalah Kebenaran yang membebaskan semua orang. Beri aku hikmat, kesederhanaan, dan keberanian untuk berbicara hanya apa yang Engkau panggil aku untuk berbicara dan hanya mendengarkan apa yang Engkau bicarakan. Semoga lidahku menjadi pedang yang menembus kegelapan dunia ini dan telingaku menjadi spons Rahmat-Mu. Yesus, Engkau andalanku.

