Menjelang Pesta Hati Kudus Yesus (jatuh pada tanggal 24 Juni tahun ini), kita dapat bertanya,
"Apa perbedaan antara devosi Hati Kudus dan pesan Kerahiman Ilahi?"
Pertama-tama, kita harus menyadari yang jelas. Yesus hanya memiliki satu Hati! Dan pengabdian kepada Hati Kudus dan Kerahiman Ilahi benar-benar tidak dapat dipisahkan. Hati Kudus melimpah dengan kasih yang penuh belas kasihan kepada kita, dan kita harus melimpah dengan kasih kepada orang lain.
Ringkasan agama kita
Paus Pius XI mengajarkan bahwa pengabdian kepada Hati Yesus adalah "ringkasan agama kita." Dan pada tahun 1956 Paus Pius XII menulis dalam ensikliknya tentang Hati Kudus:
"Oleh karena itu, kehormatan yang diberikan kepada Hati Kudus sedemikian rupa untuk menaikkannya ke peringkat sejauh menyangkut praktik eksternal dari ekspresi tertinggi kesalehan Kristen. Karena ini adalah agama Yesus yang berpusat pada Perantara yang adalah manusia dan Tuhan, dan sedemikian rupa sehingga kita tidak dapat mencapai Hati Tuhan, kecuali melalui Hati Kristus."
Devosi kepada Hati Kudus membutuhkan penebusan dosa, dan devosi harus membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang kasih dan belas kasihan-Nya yang tak terbatas bagi kita. Tuhan kita berkata kepada St. Faustina,
"PutriKu, ketahuilah bahwa HatiKu adalah rahmat itu sendiri. Dari lautan rahmat ini, rahmat mengalir ke seluruh dunia. Tidak ada jiwa yang telah mendekatiKu yang pernah pergi tanpa penghiburan" (BHSF #1777)
Namun, ketika kita melihat Gambar Juruselamat yang Maha Pemurah, kita melihat pancaran Darah dan Air memancar dari area Hati-Nya yang tertusuk. Sinar memancar ke luar – mereka menuju ke dunia yang menyakitkan. Itu mungkin salah satu perbedaannya; Hati Kudus memungkinkan kita untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang belas kasihan yang tak terbatas dan memanggil kita untuk silih, namun Kerahiman Ilahi sekarang memanggil kita untuk menghayati pesan itu ke dunia yang terluka.
Cinta Membara
yang membara Tuhan kita meminta St. Margaret Mary Alacoque agar gambar Hati Kudus-Nya dihormati dan dimuliakan oleh semua umat beriman. Dalam penampakan-Nya yang pertama kepadanya pada tahun 1673, Dia berkata,
"Hati Ilahi-Ku sangat mencintai manusia sehingga tidak dapat lagi menahan api cinta yang membara itu."
Dan dalam penampakan selanjutnya, St. Margaret Mary menulis:
"Itu harus dihormati di bawah simbol hati dari daging ini, yang gambarnya Dia ingin tunjukkan di depan umum.... Di mana pun gambar suci ini akan diperlihatkan untuk penghormatan publik Dia akan mencurahkan rahmat dan berkah-Nya."
Mari kita tekankan poin lain. Jalan Salib, mengikuti jejak Yesus, bukanlah kultus penderitaan. Kita tidak boleh begitu terpikat oleh penderitaan sehingga kita keluar dan mencarinya. Kita tidak harus berjalan di depan mobil untuk melukai diri kita sendiri. Tetapi kita juga tahu bahwa dunia ini adalah lembah air mata, dan kita harus memikul salib kita dan mengikuti jejak-Nya.
Apa yang akan anda lakukan jika anda memenangkan pelayaran keliling dunia?
Tidakkah anda akan menelepon keluarga anda dan memberi tahu semua teman anda?
Itulah yang harus kita lakukan dengan pesan Kerahiman Ilahi. Begitu banyak orang terluka akibat kerusakan akibat perceraian, pelecehan, kecanduan, pornografi, dan banyak lagi. Mereka tidak tahu ke mana harus berpaling atau apa yang harus dilakukan selanjutnya. Mereka seperti domba hilang yang menunggu untuk dimakan oleh dunia. Namun, pesan Kerahiman Ilahi juga merupakan pesan yang membutuhkan internalisasi.
- Ini tentang pengampunan, benar-benar percaya kepada Tuhan dalam situasi sulit, dan berbelas kasih kepada orang lain.
- Ini tentang menahan lidah anda ketika anda tahu anda benar dan sangat marah. Pesan Kerahiman Ilahi adalah tentang cinta, karena Tuhan adalah cinta, dan dia yang tinggal di dalam cinta, tinggal di dalam Tuhan, dan Tuhan di dalam dia.
Jadi ingatlah bahwa anda adalah bait dan bejana Roh Kudus. Biarkan tindakan anda menjadi milik Tuhan, dan hati anda menjadi hati yang penuh belas kasihan, memancarkan cinta Tuhan ke semua yang anda temui. Dan hindari membiarkan keputusasaan atau kecemasan memasuki hati anda, dan berusahalah untuk menjadi cerminan Yesus yang Maha Pemurah untuk semua yang anda temui.
Sumber
: https://www.thedivinemercy.org/articles/sacred-heart-and-divine-mercy
Artikel lain tentang Hati Kudus dan Kerahiman Ilahi :
