Mengenal Kerahiman Ilahi
Berikut adalah teks dari bagian khotbah Paus Yohanes Paulus II, saat ia mengunjungi Makam Santa Faustina di Sanktuarium Kerahiman Ilahi, Ćagiewniki, Polandia pada tanggal 7 Juni 1997:
SEKILAS TENTANG KERAHIMAN ILAHI
- PENJELASAN KERAHIMAN ILAHI
- ABC KERAHIMAN ILAHI
- LUKISAN KERAHIMAN ILAHI
- JAM KERAHIMAN ILAHI JAM 3 SORE
- DOA JAM KERAHIMAN ILAHI
- DOA KORONKA KERAHIMAN LAHI
- DOA NOVENA KERAHIMAN ILAHI
- MINGGU PESTA KERAHIMAN ILAHI
- MEWARTAKAN (KERASULAN) KERAHIMAN ILAHI
- KRONOLOGI BIOGRAFI ST FAUSTINA KOWALSKA
- BUKU HARIAN ST FAUSTINA (KERAHIMAN ILAHI DALAM JIWAKU )
- REFLEKSI HARIAN TENTANG KERAHIMAN ILAHI (365 HARI BERSAMA ST FAUSTINA)
- KUMPULAN DOA ST FAUSTINA KOWALSKA
- GALERI FOTO
- BUKU AUDIO - KERAHIMAN ILAHI DALAM JIWAKU (BUKU HARIAN SANTA FAUSTINA)
- SAKRAMEN EKARISTI : KEHADIRAN KERAHIMAN ILAHI
- SAKRAMEN REKONSILIASI : PENGADILAN KERAHIMAN ILAHI
- SANTA PERAWAN MARIA : BUNDA KERAHIMAN
- PAUS YOHANES PAULUS II, “PAUS KERAHIMAN”
- SANTA MARIA FATIMA DAN DEVOSI KERAHIMAN ILAHI
- MEMPERSIAPKAN KEDATANGAN YESUS YANG TERAKHIR
- HATI KUDUS DAN RAHMAT LAHI
Apa Itu Devosi Kerahiman Ilahi ?
Devosi Kerahiman Ilahi adalah pengabdian total kepada Allah yang Maharahim, yaitu keputusan untuk percaya penuh kepada-Nya, untuk menerima belas kasih-Nya dengan ucapan syukur dan untuk berbelas kasih kepada sesama, karena Ia penuh belas kasih. Bentuk Devosi Kerahiman Ilahi ini didasarkan pada catatan-catatan St Faustina Kowalska, seorang biarawati Polandia tak terpelajar yang, dalam ketaatan kepada pembimbing rohaninya, menuliskan sebuah Buku Catatan Harian setebal kurang lebih 600 halaman dengan mana ia mencatat penampakan-penampakan yang dianugerahkan kepadanya mengenai kerahiman Allah. Bahkan sebelum wafatnya pada tahun 1938, Devosi kepada Kerahiman Ilahi telah mulai disebarluaskan.
Apa Pesan Utama Kerahiman Ilahi ?
Pesan utama Kerahiman Ilahi adalah bahwa Allah mengasihi kita - semuanya, tak peduli betapa beratnya dosa kita. Tuhan ingin kita tahu bahwa belas kasih-Nya jauh lebih besar dari segala dosa kita; Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan, menerima belas kasih-Nya dan membiarkan mengalir melalui kita kepada sesama. Dengan demikian, segenap umat manusia akan ikut bagian dalam kegembiraan-Nya. Pesan ini dapat dengan mudah kita ingat melalui ABC Kerahiman:
- Mohon Rahmat-Nya ~ Mohon Belas Kasih AllahTuhan menghendaki kita datang kepada-Nya dalam doa secara terus-menerus, menyesali dosa-dosa kita dan mohon kepada-Nya untuk menyampaikan belas kasih-Nya atas kita dan atas dunia.
- Jadilah Penyayang ~ Berbelas Kasih kepada SesamaTuhan menghendaki kita menerima belas kasih-Nya dan membiarkan mengalir melalui kita kepada sesama. Tuhan menghendaki kita memperluas kasih serta memaafkan kepada sesama seperti yang Ia lakukan kepada kita.
- Sepenuhnya Percaya ~ Percaya Penuh kepada-NyaTuhan ingin kita tahu bahwa rahmat-rahmat belas kasih-Nya bergantung pada besarnya kepercayaan kita. Semakin kita percaya kepada-Nya, semakin melimpahkan rahmat yang kita terima. lebih lanjut tentang ABC Kerahiman Ilahi
Apa pesan khusus lainnya dalam Devosi Kerahiman Ilahi ?
Tak ada yang baru dalam pesannya, hanya mengingatkan apa yang selalu diajarkan Gereja, yaitu bahwa Allah penuh belas kasih dan pengampunan, sehingga kita pun harus menunjukkan belas kasih dan pengampunan kepada sesama.
Namun demikian, dalam Devosi Kerahiman Ilahi, pesan ini diserukan dengan lebih kuat dan tegas; kita dihantar untuk sampai pada pemahaman yang lebih mendalam bahwa kasih Allah tak terbatas dan tersedia bagi setiap orang - teristimewa mereka yang Jahat,
“Semakin berat dosanya, semakin ia berhak mendapatkan belas kasih-Ku (BHSF 723).”
Mengapa Devosi Kerahiman Ilahi dilarang gereja?
Catatan-catatan yang terdapat Buku Harian St Faustina Kowalska, seorang biarawati yang berasal dari Polandia dari Kongregasi Suster-suster Santa Perawan Maria Berbelas Kasih, merupakan sumber pesan dan devosi kepada Kerahiman Ilahi.
Selama masa perang tahun 1939-1945, Devosi Kerahiman Ilahi berkembang pesat, teristimewa karena umat beriman di Polandia dan Lithuania yang cenderung menyampaikan kepada mereka yang berbelas kasih sebagai sumber penghiburan dan pengharapan.
Kemudian, pada tahun 1958 dan 1959, nubuat St Faustina mengenai adanya hambatan dalam karya Kerahiman Ilahi mulai digenapi.
Akibat banyaknya kekeliruan dalam terjemahan Buku Catatan Harian St Faustina yang disampaikan ke Tahta Suci, sementara situasi politik di Polandia selama dan sesudah masa perang menyulitkan Gereja melakukan verifikasi atas keotentikan catatan-catatan St Faustina, maka pada tanggal 6 Maret 1959 Vatikan mengeluarkan keputusan untuk melarang disebarluaskannya Devosi kerahiman Ilahi dalam bentuk seperti yang diajarkan dalam tulisan-tulisan St Faustina.
Bagaimana akhirnya larangan tersebut dicabut?
Duapuluh tahun kemudian, yaitu pada tahun 1978, larangan tersebut dicabut sepenuhnya; terima kasih atas campur tangan Uskup Agung Krakow, Kardinal Karol Wojtyla. Melalui dedikasi dan usaha keras beliau, suatu Proses Informatif sehubungan dengan kehidupan dan keutamaan Sr Faustina dimulai pada tahun 1965. Hasilnya yang sangat gemilang menghantar pada dibukanya proses beatifikasi Sr Faustina pada tahun 1968.
Dalam surat “Notifikasi” tertanggal 15 April 1978, Kongregasi Kudus untuk Ajaran Iman, setelah meninjau kembali berbagai dokumen asli yang tak tersedia pada tahun 1959, merevisi keputusan sebelumnya dan memaklumkan bahwa larangan yang dibuat pada tahun 1959 “tidak berlaku lagi”.
Enam bulan berselang, Kardinal Karol Wojtyla dipilih menjadi Paus Yohanes Paulus II.
Hati-hati dengan Devosi Kerahiman Ilahi
Ada dua ayat Kitab Suci yang perlu kita ingat baik-baik sementara kita mempraktekkan Devosi Kerahiman Ilahi, ataupun bentuk-bentuk praktik devosi lainnya:
- “Bangsa ini datang mendekat dengan mulut dan memuliakan Aku dengan bibir, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku.” (Yoh 29:13)
- “Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Mat 5:7)
Apabila kita sedang memandang lukisan Kerahiman Ilahi yang memancarkan Rahmat Belas, atau kita sedang berhenti dari rutinitas untuk berdoa pada jam tiga siang, atau mendaraskan Doa Koronka
- Adakah hal-hal ini mendekatkan kita pada kehidupan sakramental Gereja yang sejati dan membiarkan Yesus mengubah hati kita?
- Ataukah devosi tersebut menjadi sekadar kebiasaan keagamaan belaka?
- Dalam kehidupan sehari-hari apakah kita semakin dan semakin bertumbuh menjadi orang-orang yang berbelas kasih?
- Ataukah kita hanya menawarkan “doa bibir” kepada Allah yang Maharahim?
Pentingnya mengamalkan pesan kerahiman
Devosi Kerahiman Ilahi seperti yang dinyatakan Tuhan kita melalui St Faustina, dianugerahkan kepada kita sebagai “sarana belas kasih” dengan mana kasih Allah dapat dicurahkan atas dunia, tetapi devosi itu sendiri tidaklah cukup. Tidak cukup kita menggantungkan Lukisan Kerahiman di rumah kita, mendaraskan Koronka setiap hari setiap jam tiga siang, dan menerima Komuni Kudus pada hari Minggu pertama setelah Paskah. Kita juga harus menunjukkan belas kasih kepada sesama. Mengamalkan belas kasih bukan suatu pilihan dari praktik Devosi Kerahiman Ilahi ini, melainkan suatu keharusan!
Tiga Tingkatan Belas kasih dalam Devosi Kerahiman Ilahi
- Pertama-tama: perbuatan belas kasih, apa pun jenisnya.
- Kedua: ucapan belas kasih, yaitu belas kasih kata, bila kita tak dapat mewujudkannya dalam perbuatan.
- Ketiga: doa; kita selalu dapat menunjukkan belas kasih dengan doa. “Dalam tiga tingkat belas kasih ini,” demikian Yesus berkata kepada St Faustina, “terkandung kepenuhan belas kasih" (BHSF 742).
Kita semua dipanggil untuk mengamalkan tingkat ketiga belas kasih ini, tetapi tidak semua kita dipanggil dengan cara yang sama. Kita perlu datang dan bertanya kepada Tuhan, yang memahami pribadi dan situasi kita masing-masing yang unik, untuk membantu kita mengenali berbagai macam cara dengan mana kita masing-masing dapat menyatakan belas kasih-Nya dalam hidup kita sehari-hari.
Baiklah kita melihat kembali apa yang telah mengajarkan Gereja mengenai karya-karya belas kasih kepada sesama.
Karya-karya Belas Kasih Jasmani:
- memberi makan kepada yang lapar
- memberi minum kepada yang haus
- memberi tumpangan kepada tunawisma
- memberi pakaian kepada yang telanjang
- mengunjungi orang sakit
- mengunjungi orang-orang yang di penjara
- memakamkan jasad orang mati
Karya-karya Belas Kasih Rohani:
- mengajar
- memberi nasehat
- menghibur
- membesarkan hati
- mengampuni
- menanggung dengan sabar hati
- mendoakan mereka yang hidup dan mati
Bagaimana Mempraktikkan Devosi Kerahiman Ilahi !
- Menghormati Lukisan Kerahiman Ilahi
- Mendaraskan Koronka Kerahiman Ilahi
- Merayakan Minggu Kerahiman Ilahi
- Mendoakan Jam Kerahiman Ilahi
- Menyebarluaskan Devosi Kerahiman Ilahi
Mengapa Berdevosi Kerahiman Ilahi ?
Sumber Video : https://www.youtube.com/watch?v=IjwD_euJLuk
- “Pesan dan Devosi Kerahiman Ilahi” oleh Romo Seraphim Michalenko, MIC dan Vinny Flynn; diterbitkan oleh Devosi Kerahiman Ilahi Keuskupan Agung, Singapura;
- Para Marian dari Dikandung Tanpa Noda; www.marian.org/divinemercy ;
- Kerahiman Ilahi; www.thedivinemercy.org ;
- “Yesus Engkaulah Andalanku - Devosi kepada Kerahiman Ilahi” oleh Stefan Leks; penerbit Kanisius 1993;
- “Rasul Kerahiman Ilahi - Devosi kepada Kerahiman Ilahi” oleh P. Ceslaus Osiecki, SVD, "Kemah Tabor", Pos Mataloko 86461 - Flores;
- tambahan dari berbagai sumber
